Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan begitu intensif dalam perjuangannya di final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015. Rancangan strategi dibicarakan dan diolah di lapangan latihan dan lorong istora.
Menjadi satu-satunya wakil Indonesia di partai puncak, Minggu (16/8/2015), Hendra/Ahsan menyelesaikan kiprahnya dengan sangat baik. Menghadapi pasangan China, Liu Xiaolong/Qiu Zihan, mereka menang dalam dua gim langsung: 21-17, 21-14.
Sejak gim pertama, Hendra/Ahsan sudah mampu menguasai jalannya pertandingan. Bola-bola net lawan dibabat Ahsan dengan smes kencang dan tak bisa diantisipasi lawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang pelatih, Herry Iman Pierngadi, menyebut skenario yang disusun sebelum pertandingan berjalan sesuai rencana. Seperti yang biasa dilakukan, konsolidasi dilakukan dua sampai tiga jam menjelang pertandingan di Istora, bukan di hotel tempat menginap.
"Saya mengikuti kebiasaan pemain, dalam hal ini Ahsan dan Hendra. Ahsan kurang cocok kalau mendiskusikan strategi di malam sebelum pertandingan. Dia nanti malah tidak tenang istirahatnya," kata Herry usai pertandingan.
"Dia lebih senang rencana pertandingan dan strategi dilakukan di Istora, dua atau tiga jam menjelang pertandingan. Di sini (sambil menunjuk lorong di samping mixed zone) untuk mematangkan strategi dan olahan awal di lapangan warming up," jelas dia. (fem/a2s)











































