Laju Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015 bak mesin diesel. Rupanya itu menjadi bagian dari strategi sang pelatih, Herry Iman Pierngadi.
Hendra/Ahsan baru tampil di babak kedua setelah mendapatkan bye di putaran pertama. Mereka dipaksa menang susah payah 19-21, 21-17, 21-18 oleh pasangan tak terkenal dari Prancis, Bapiste Careme/Ronan Labar.
Di babak ketiga Hendra/Ahsan kembali dipaksa bermain tiga gim oleh ganda Jepang, Kenta Kazuno/Kazushi Yamada 21-16, 19-21 dan 21-15.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan babak final kian mudah bagi keduanya. Mereka menang dengan skor 21-17, 21-14.
Herry tak khawatir sama sekali dengan hasil pada pertandingan-pertandingan awal. Dia menilai pemain asuhannya itu berada dalam trek yang benar sesuai skenario dia.
"Kalau mau dibilang, memang ini [kan para pemain senior dan merekalah yang ditargetkan untuk jadi juara. Makanya, sejak awal saya harus betul-betul mengatur irama, tempo dan strategi," ujar Herry usai pertandingan di Istora, Minggu (16/8/2015).
"Kalau terlalu cepat dan keras mainnya, saya malah takut bensinnya enggak sampai. Ini kan pemain sudah senior, beda dengan Ricky/Angga, yang ini irama dan performa harus diatur agar sampai di final dan maksimal," tambah dia.
(fem/a2s)










































