Dafa, Remaja SMP yang Ingin Jadi Seperti Taufik Hidayat

Dafa, Remaja SMP yang Ingin Jadi Seperti Taufik Hidayat

Mercy Raya - Sport
Selasa, 18 Agu 2015 02:36 WIB
Dafa, Remaja SMP yang Ingin Jadi Seperti Taufik Hidayat
AFP
Jakarta -

Bisa mendapat kesempatan untuk bertatap muka dengan pemain idola saja merupakan sebuah kesempatan langka. Dafa Hafizh Setyadi, pelajar dari SMP 19 Bekasi, mendapatkan kesempatan yang lebih dari itu.

Pelajar berusia 12 tahun itu hadir pada acara bertajuk The Legends Vision yang dihadiri oleh legenda bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat, di GOR Asia Afrika Senayan, Jakarta, pada Senin (17/8/2015) sore. Selain Taufik, legenda bulutangkis lain seperti Lee Chong Wei dan Peter Gade, juga ikut hadir.

Sekitar 2 ribuan anak-anak pelajar dari berbagai sekolah yang hadir untuk melihat para legenda tersebut pun tak kalah semangat. Meski Lin Dan yang awalnya dijadwalkan bakal hadir, batal muncul karena ada kegiatan lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dafa menjadi salah satu dari ribuan suporter yang memadati bangku tribun penonton di GOR. Dia juga terpilih menjadi salah satu pelajar yang bisa berkesempatan bermain di pertandingan eksibisi The Legends Vision.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Dafa justru mendapatkan berkesempatan tanding melawan Taufik Hidayat, yang mana merupakan idolanya sejak dulu. "Bangga tidak menyangka bisa main dengan legenda bulutangkis," kata dia semringah.

Dafa mengaku menyukai Taufik sejak ia berkecimpung dengan olahraga tepokbulu tersebut. Tapi untuk masa ini, ia juga mengagumi Lee Chong Wei.

"Idola saya Taufik Hidayat, tapi kalau sekarang Lee Chong Wei," ujarnya mantap. "Chong Wei punya langkah-langkah yang rapi dan permainan dia juga bagus. Kalau Taufik saya suka karena backing smash-nya kenceng," tutur Dafa yang bercita-cita menjadi atlet bulutangkis ini.

Dafa, yang lahir di Bekasi, 2 September 2003, ini mengaku sudah mempersiapkan diri untuk bisa mengalahkan idolanya tersebut. "Saya persiapan. Kebetulan saya masuk dalam klub Jaya Raya Metland, jadi latihan di sana setiap hari. Di sekolah juga setiap hari Sabtu," akunya.

Dafa mengenal bulutangkis dari ayahnya, Bagus Setyadi. Ia berharap bisa seperti idola-idolanya itu kelak. Meski awalnya ia mengaku tidak terlalu menyukai bulutangkis, namun ia kini sudah merasa cocok bermain di olahraga tersebut.

"Tahu bulutangkis dari ayah . Karena dulu ayah pemain juga dan sekarang jadi pelatih di klub Jaya Raya Metland. Awalnya tidak suka, tapi belakangan jadi senang. Sekarang saya bercita-cita menjadi atlet bulutangkis. Saya senang karena bisa banyak teman, dan permainan juga seru."

(mcy/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads