Gita Wirjawan Soroti Sulitnya Pembinaan Bulutangkis di Luar Jawa

DetikSport Forum: Setahun Menuju Olimpiade

Gita Wirjawan Soroti Sulitnya Pembinaan Bulutangkis di Luar Jawa

Mercy Raya - Sport
Rabu, 19 Agu 2015 15:30 WIB
Gita Wirjawan Soroti Sulitnya Pembinaan Bulutangkis di Luar Jawa
detikSport/Femidiah
Jakarta -

Bakat bulutangkis bisa ditemui di banyak daerah di Indonesia. Hanya saja proses pembinaan pemain di luar Pulau Jawa sangatlah sulit karena terbentur penyediaan sarana dan prasarana.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Umum PB PBSI, Gita Wirjawan, di acara detiksport Forum yang mengangkat tema 'Setahun Menuju Olimpide'. Gita menyebut kalau kerjasama dengan banyak pihak harus dijalin demi memecahkan masalah pembinaan di daerah.

"Rexy Mainaky itu dari Maluku. Tapi dia melakukan pembinaan di Jawa. Ini karena unsur pembinaan di Jawa lebih baik, dan untuk mengubah sarana prasarana di luar Jawa itu tidak seperti mengembalikkan tangan," ucap Gita

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu ada bantuan pemerintah (APBD). Jadi sebelum membuat lapangan bulutangkis, mesti ada pembangunan listrik atau jembatan dulu," kata Gita.

Masalah lain yang dihadapi adalah ketertarikan swasta yang minim untuk berinvestasi di luar Pulau Jawa.

"Swasta itu maunya di Jawa, karena bagus jika berbisnis di sana. Nah unsur seperti ini yang harus cermat. Tapi mengenai talenta bakat di pelatnas datang dari pelosok manapun," tambahanya.

Terkait persoalan tersebut, pengusaha Erick Thohir menyebut perlu ada perubahan dalam cetak biru olahraga Indonesia. Mantan Chef de Mission kontingen Indonesia di Olimpiade 2012 itu menyebut Indonesia bisa mencontoh China dalam pengembangan pembinaan olahraga di daerah.

"Saya pernah seminggu di China. Di sana itu hampir semua sekolah ada tempat olahraganya, seluruh perusahaan di China ada lapangan bolanya.

"Sama seperti talenta. Kalau bisa mendudukan Menpora, Mendikbud, beberapa cabang olahraga di sekolah itu tak akan susah. Karena yang saya lihat di Indonesia berputar-putar di lingkaran yang di situ-situ saja. Tidak mau breakthrough. Makanya saya rasa blue print olahraga harus ada. Komitment orang petinggi harus ada. Karena keterbatas infratruktur susah," jelas pria yang juga menjadi orang nomor satu di Inter Milan itu.

(mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads