Sebagai Chef de Mission (CdM) Indonesia pada Olimpiade 2012, Erick Thohir punya sejumlah masukan agar dapat menghadapi Olimpiade di Brasil tahun depan dengan sebaik mungkin. Ada banyak hal yang mesti dilakukan, apalagi Brasil disebutnya menghadirkan tantangan lebih besar.
"Waktu saya menjadi CdM dengan negara Inggris yang kaya saja kurang persiapan. Apalagi dengan fasilitas di Brasil yang sangat kurang. Makanya saya dari awal bilang perlu kita mempersiapkan funding," kata Erick.
"Jika fundingnya tidak siap, sebaiknya kirim atlet jumlah kecil saja tapi yang prioritas Olimpiade. Nah, dananya diberikan untuk uji coba cabor atau dana peralatan," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa Indonesia adalah salah satu negara yang sulit untuk berkomunikasi karena lintas lini. jadi masing-masing punya ego dan otoritas. Saya rasa ini juga mesti dibenahi. Saya yakin bapak-bapak di olahraga punya kepentingan yang sama. Tinggal egonya saja yang dicairin. Sebab ini kan yang dirugikan atlet sementara mereka adalah ujung tombak kita," ujar Erick.
"Tidak kalah penting adalah persiapan. Saya sudah bilang tolong teman-teman cek kesehatan satu tahun menuju olimpiade. Jangan sampai cedera. Bukan cerita baru banyak atlet yang akhirnya tidak maksimal saat bertanding di olimpiade kemarin karena cedera. Bisa pada saat karena Olimpiade, atau ada juga yang cedera yang sebelumnya tidak diantisipasi. Seperti angkat besi. Bagaimana mungkin mereka mengangkat tapi kondisi ada cedera."
"Dan kita ini tidak punya waktu lagi untuk memperbaiki persiapan jika sudah Olimpiade. Apalagi event ini akan digelar di Brasil, negara yang sangat sulit. Penginapan di sana terbatas. Kalau London masih surga," bebernya.
(mcy/krs)










































