Sebagai atlet nonpelatnas, Tommy memang harus membiayai segala kebutuhan turnamennya sendiri. Beruntung dia masih terikat kontrak dengan dua sponsor, Yonex dan klub Malaysia Sport Affairs.
Tapi, nominal yang didapatkan belum mencukupi bagi Tommy untuk mengikuti turnamen di berbagai belahan dunia setahun ke depan demi lolos ke Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Icuk Sugiarto-ayah sekaligus salah satu orang yang melatih Tommy selama di luar pelatnas--pernah menyebut Tommy membutuhkan biaya sekitar 2,5 miliar sampai menuju Olimpiade. Biaya itu termasuk akomodasi, tiket, dan lainnya sampai 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski Tommy di luar pelatnas PBSI, namun nama dia masuk dalam SK Prima. Untuk itu, nantinya manajer bulutangkis lah yang harus tetap mengakomodasi dia, seperti berapa turnamen yang harus dia ikuti untuk menjaga poin ke Rio de Janeiro, meskipun dia bukan atlet pelatnas Cipayung. Toh, manajernya sudah siap jadi tidak boleh membanding-bandingkan atlet ini dan itu," kata Suwarno, Kasatlak Prima.
Saat ini Tommy menjadi pebulutangkis tunggal putra Indonesia. Dia tak lagi menjadi pemain pelatnas sejak tahun ini.
(mcy/fem)











































