Para legenda itu menjadi pemandu bakat dalam audisi seri pertama yang bergulir mulai bulan April tahun ini. Secara bergantian mereka memantau tiap-tiap audisi yang diikuti para pemain tunggal putra dan putri U-13 dan U-15 tersebut.
Mantan-mantan pemain itu di antaranya Christian Hadinata, Liem Swie King, Lius Pongoh, Eddy Hartono, Haryanto Arbi, Simbarsono Sutanto, Fung Permadi, dan Maria Kristin Yulianti. Keterlibatan para legenda bulutangkis itu demi diharapkan bisa menambah kejelian tim pemandu bakat dari tahun-tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada audisi tahun 2015, ada perubahan cukup signifikan mengenai tata cara perekrutan. Selain membuat audisi dengan jemput bola di sembilan daerah, kami melibatkan banyak sekali legenda bulutangkis Indonesia," kata Yoppy Rosimin, program director Bakti Olahraga Djarum Foundation, kepada pewarta di Kudus, Senin (31/8/2015).
"Kami berkumpul di sini sebagai bukti nyata kerelaan dan sumbangsih para legenda untuk memantau para talenta muda untuk segera digembleng di PB Djarum," jelas Yoppy.
Audisi ke PB Djarum memasuki seri terakhir yang dihelat di Kudus mulai besok hingga tanggal 3 September. Setelah itu, para pebulutangkis terbaik akan diadu di babak final mulai 4-6 September, juga di Kudus, Jawa Tengah.
(fem/a2s)
