Kudus menjadi kota pamungkas perebutan tiket grand final Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015. Sebanyak 931 peserta putra dan putri dari tiga kelompok umur meramaikan persaingan yang dihelat mulai pagi ini.
Bertempat di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2015), seleksi dimulai briefing untuk semua peserta. GOR pun berubah menjadi bernuansa merah putih.
Seleksi kemudian dilanjutkan dengan screening untuk mengetahui sejauh mana ketrampilan teknik dasar si pemain. Kelompok umur di bawah 13 tahun (U-13) mendapatkan kesempatan pertama unjuk kebolehan. U-13 ini paling banyak diminati. Peserta putra mencapai 421 anak dan putri 200 peserta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Poin pertandingan screening tidak menentukan kelolosan peserta. Artinya, dalam penilaiannya tim pemandu bakat tidak hanya melihat skor screening," imbuh dia.
Jadwal screening dan rangkaian seleksi Kelompok usia lainnya, U-15 dan U-17, akan mengikuti kemudian. Peserta mudah untuk mengecek jadwal seleksi dengan adanya beberapa layar dan papan informasi, baik di dalam ataupun di luar gedung.
Seleksi itu, selain melibatkan barisan pelatih PB Djarum, juga diawasi oleh 14 pemandu bakat yang diisi para legenda. Seleksi di Kudus ini menjadi seri terakhir audisi yang dihelat di sembilan kota.
(fem/a2s)










































