Kei Nishikori: Tahun Lalu Final, Tahun Ini Babak Pertama

AS Terbuka

Kei Nishikori: Tahun Lalu Final, Tahun Ini Babak Pertama

Kris Fathoni W - Sport
Selasa, 01 Sep 2015 11:49 WIB
Kei Nishikori: Tahun Lalu Final, Tahun Ini Babak Pertama
Getty Images/Streeter Lecka
New York -

Petenis Jepang Kei Nishikori menyemarakkan AS Terbuka tahun lalu dengan kejutan-kejutan dan torehan khusus. Tahun ini Nishikori kembali menghadirkan kejutan, walaupun bukan dengan cara yang ia inginkan.

Nishikori menjadi buah bibir di AS Terbuka 2014 setelah menyingkirkan petenis-petenis yang saat itu punya peringkat lebih baik darinya, yakni Stan Wawrinka dan Novak Djokovic, dalam lajunya ke partai final.

Pada akhirnya Nishikori memang takluk dari Marin Cilic yang keluar jadi juara. Tetapi keberhasilan Nishikori waktu itu bukan cuma menjadi prestasi terbaiknya di grand slam melainkan juga membuatnya jadi petenis putra Asia pertama di final ajang Grand Slam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu tibalah Nishikori di AS Terbuka tahun ini. Sebagai unggulan empat Nishikori kalah 4-6, 6-3, 6-4, 6-7, dan 4-6 dari Benoit Paire, petenis Prancis yang merupakan non-unggulan dalam partai babak pertama yang berdurasi 3 jam dan 14 menit.

Sejak 1999, sebut Foxsports, baru kali ini lagi ada finalis putra AS Terbuka yang langsung kalah di pertandingan pertama pada gelaran tahun berikutnya.

"Ketika aku masuk lapangan, aku tahu aku bisa mengalahkan Nishikori. Aku sudah pernah dua kali menghadapinya dan kalah di dua laga tersebut, tapi pertandingan-pertandingan saat itu berjalan amat ketat," ucap Paire seperti dikutip Reuters.

Hasil atas Nishikori itu membuat Paire, petenis 26 tahun yang saat ini menempati peringkat 41 dunia, mencatatkan kemenangan pertamanya atas petenis lima besar dunia--dengan catatan 1 kali menang dan 8 kali kalah.

Dalam pertandingan tersebut Paire berhasil unggul telak 21-13 atas Nishikori dalam hal jumlah ace. Paire juga mencatatkan 64 winner, 30 lebih banyak daripada Nishikori. Penampilan ekstra agresif Paire sendiri di sisi lain membuatnya mencatatkan 67 unforced error, jauh lebih besar daripada 36 unforced error yang dibuat oleh Nishikori.

"Ia sangat agresif jadi ada banyak permainan reli dan sulit sekali mendapatkan ritmenya," sebut Nishikori.

"Ia membuat banyak sekali drop shot dan juga servis-servis bagus," kata petenis 25 tahun yang pada tahun ini menembus perempatfinal Australia Terbuka dan Prancis Terbuka lalu kandas di babak kedua Wimbledon tersebut.

(krs/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads