Kudus menjadi kota kesembilan alias yang terakhir sebagai gelaran audisi ke PB Djarum tahun ini. Jika gagal melewati penyaringan ini, kesempatan pebulutangkis untuk menjadi bagian dari PB Djarum lewat jalur audisi umum tahun ini pun tertutup.
PB Djarum sendiri sebenarnya tak membatasi kuota pemain yang bisa lolos. Asalkan si peserta mampu menunjukkan kualitas dan semangat sesuai kriteria pada legenda dan pelatih, mereka bisa bergabung ke klub bulutangkis raksasa di tanah air itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanra Farhanna Rifka, peserta dari Pekanbaru yang lolos ke babak 16 besar, bahkan sampai tak bisa tidur selama di Kudus.
"Dia malah doyan makan selama di sini. Biasanya susah makan. Mungkin karena dia ingin sekali tampil prima sejak screening sampai ke babak turnamen," kata ibundanya, Ning Day Astuti, kepada detikSport, Rabu (2/9/2015).
"Kebetulan juga, penginapan kami juga mempunyai warung nasi padang. Jadi tak sulit untuk mencari warung nasi," kata dia.
Kebiasaan berbeda ditunjukkan Vincentius Suwarland yang sudah lolos ke grand final dari audisi di Medan empat bulan lalu. Dia tak merasa ada masalah dengan makan, tapi susah tidur.
"Makan enak, tidak ada masalah. Biasanya makan pedas, di sini sedikit lebih manis tidak masalah," kata Vincent.
"Justru tidur yang sulit. Susah sekali tidur tiap malam. Mungkin karena cuaca di sini lebih panas dan kurang nyaman saja," ucapnya menambahkan.
Pengumuman hasil audisi umum di Kudus bakal dilaksanakan Kamis (3/9) besok. Di hari yang sama seklaigus digelar registrasi ulang peserta final audisi dan welcome dinner peserta final.
(fem/krs)











































