Pretasi Lilyana Natsir dan Greysia Polii tentu saja ikut mengangkat daerah asal mereka, Manado. Diharapkan mereka menginspirasi generasi berikutnya untuk menjadi pebulutangkis-pebulutangkis yang handal.
Manado termasuk satu dari sembilan kota yang menjadi tur Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015. Nantinya peserta yang terpilih akan digodok di akademi PB Djarum dengan semua biaya ditanggung.
Dalam keterangan pihak penyelenggara, jumlah peserta audisi di Manado mencapai 208. Angka ini terbilang umum, karena tak terlalu berbeda jauh dengan kota-kota lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari lima kota yang saya datangi, yakni Palembang, Jember, Manado, Tasikmalaya dan Kudus, Manado justru menjadi kota yang paling sulit untuk mendapatkan pemain bagus," kata Christian di Kudus, Kamis (3/9/2015).
"Kesulitannya karena jumlah peserta tidak terlalu banyak. Dengan adanya figur Liliyana Natsir dan Greysia Polii, kami menaruh harapan besar di awal audisi, bahwa akan banyak pemain putri di Manado. Tapi ternyata tidak banyak," sambungnya.
Liliyana, atau yang akrab dipanggil Butet, bersama Tontowi Ahmad adalah ganda campuran nomor satu di Indonesia. Saat ini mereka menduduki posisi kedua di daftar peringkat Badminton World Federation (BWF).
Sedangkan Grace --sapaan Greysia--, bersama Nitya Krishinda Maheswari adalah ganda putri nomor lima dunia. Mereka adalah peraih medali emas di Asian Games 2015 dan semifinalis Kejuaraan Dunia 2015.
(fem/a2s)











































