Air Mata & Kejutan Ulang Tahun di Pengumuman 'Super Tiket' Audisi PB Djarum

Air Mata & Kejutan Ulang Tahun di Pengumuman 'Super Tiket' Audisi PB Djarum

Femi Diah - Sport
Kamis, 03 Sep 2015 18:27 WIB
Air Mata & Kejutan Ulang Tahun di Pengumuman Super Tiket Audisi PB Djarum
detikSport/Femidiah
Kudus -

Pengumuman pemberian 'Super Tiket' menjadi waktu yang paling menegangkan dan penuh haru buat 17 peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015. Tetes air mata dan kejutan ulang tahun mewarnai momen tersebut.

Vanest Valeentino menjadi salah satu kandidat peraih Super Tiket ke grand final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015 di Kota Kudus. Sebelum nama pemenang diumumkan, dia dibuat makin gugup karena diminta menyanyikan lagu Indonesia Pusaka oleh Lius Pongoh, pembawa acara dalam kesempatan tersebut.

Vanest mengaku tak hafal lirik lagu nasional tersebut. Tapi Lius bersikeras memintanya bernyanyi, sambil menjanjikan akan membantunya bernyanyi. Vanest akhirnya mau memenuhi permintaan Lius.

Usai Indonesia Pusaka selesai dinyanyikan, kejutan lain datang. Kali ini Lius mengajak seluruh isi GOR untuk menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Lagu itu ditujukan pada Vanest, yang merayakan hari jadinya ke-13 pada 1 September lalu. Vanest dapat hadiah lain yang tidak akan pernah dia lupakan. Dia dapat 'Super Tiket' untuk melaju ke grand final

"Sebagai kado, kami memutuskan kamu lolos ke grand final dengan super tiket ini," kata Lius yang langsung disambut tepuk tangan meriah.

"Ini jadi kado spesial buat saya, paling spesial sejauh ini. Saya sama sekali tidak menyangka bisa lolos ke grand final karena sudah kalah di babak delapan besar," kata Vanest.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peserta lain yang mendapat 'Super Tiket' adalah Tara Josephine.

Seperti Vanest, Tara tak menduga bisa lolos ke grand final karena tumbang di babak delapan besar saat seleksi. Pemain asal PB Unggul Jaya, Pekalongan, Jawa Tengah itu sudah bersiap-siap pulang. Tapi kemudian mendapatkan kabar kalau dirinya menjadi kandidat 'Super Tiket'.

Tara dibuat menangis saat pengumuman. Lius mengecoh dirinya dengan kalimat seolah-olah dia gagal lolos grand final. Tapi, kemudian tangis itu berubah jadi senyum kegembiraan setelah Luis menerangkan maksudnya.

"Aku pikir tadi aku enggak lolos, ternyata lolos. Sedih saja kan, teman-teman sudah lolos tapi saya tidak," kata Tara.

Peraih super tiket termuda, Emanuel Joseph Surya Hartomo (10 tahun), juga tak menyangka dia bisa lolos dengan 'Super Tiket. Kalah di babak delapan besar, Jose--begitu dia kerap disapa--malah sudah pulang ke Pekalongan.

Saat dalam perjalanan ke Pekalongan, tepatnya di Kendal, ayah Jose mendapat telepon dari PB DJarum. Dia dinyatakan sebagai kandidat peraih super tiket dan wajib hadir di PB Djarum hari ini.

"Kami tetap lanjut pulang ke Pekalongan kemarin, baru tadi pagi berangkat lagi ke sini," kata Jose.

"Besok persiangan akan lebih ketat, saya akan berusaha semaksimal mungkin," kata pemain kelahiran 4 Juli 2005 itu.

'Super Tiket' adalah jalur khusus yang diberikan pada peserta audisi untuk lolos ke Grand Final namun bukan dari hasil turnamen. 'Super tiket' diberikan kepada atlet yang dianggap punya keistimewaan oleh para legenda.

(fem/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads