Ketegangan kembali mewarnai GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (6/9/2015). Setelah melakoni tes fisik dengan metode beep test, barisan pelatih mengumumkan siapa saja yang lolos babak berikutnya, karantina.
Mekanisme pengumuman memang membuat para peserta dibuat penasaran. Pelatih membagikan amplop tertutup dengan tulisan tertentu yang menyebutkan hasil babak kedua grand final. Para peserta diminta membuka bersama-sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang diambilnya lebih banyak U-13, mencapai 60 persen. Kebutuhan pemain di usia itu memang lebih banyak. Dari audisi-audisi sebelumnya kami merekrut lebih banyak peserta di atas u-13. Tapi sekarang situasinya menuntut mengambil di bawahnya karena kalau menunggu pemain di atas 13 tahun yang sudah jadi, kami hanya dapat sisa-sisa saja," kata Fung Permadi, kepala pelatih PB Djarum.
Setelah lolos ke karantina, para peserta makin dekat dengan bergabung atau tidaknya dengan Djarum. Karantina menjadi ajang seleksi terakhir.
"Nanti di karantina kami akan melihat semangat dan konsistensi mereka dalam latihan. Kami lihat karakternya, kami lihat karakter juara atau tidak. Gampang atau tidak diarahkan. Bisa tidak beradaptasi dengan lingkungan. Memang idealnya adaptasi tiga bulan tapi sepekan ini kami akan bisa untuk bisa melihatnya," ujar dia.
Karantina bakal dihelat selama sepekan. Pengumumman siapa saja yang layak bergabung dengan PB Djarum akan diumumkan 13 September.
(fem/mrp)











































