Kejutan Ihsan Maulana Mustofa pada Jepang Super Series terhenti. Pemain 19 tahun itu dikalahkan dengan mudah oleh Tommy Sugiarto di babak perempatfinal hari ini.
Ihsan dipaksa menyerah kepada seniornya, Tommy, pada babak perempatfinal turnamen berhadiah total USD 275 ribu tersebut. Ihsan kandas 10-21, 5-21 di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jumat (11/9/2015).
Ihsan sudah tak berdaya sejak awal gim pertama. Tertinggal 1-3, Ihsan kesulitan untuk mengatasi bola-bola reli yang jadi permainan khas Tommy. Interval pertama diselesaikan dengan 4-11. Sejak itu, Ihsan makin kesulitan untuk mengembangkan permainan dan menutup gim pertama dengan skor 10-21.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gim pertama mati sendiri terus. Saya rasa dari nafas tidak capek tapi dari kaki terasa capek. Dari cara main saya tidak lepas, mungkin mental jadi saya kesulitan untuk bisa cepat menemukan jalan keluar saat ada masalah di lapangan," kata Ihsan seperti dikutip Badminton Indonesia.
"Berkaca sejak babak kualifikasi di mana saya harus menghadapi lawan-lawan yang sulit, mungkin saya harus meningkatkan fisik dan power. Dengan hasil ini saya bersyukur, tapi saya sama sekali tidak puas dengan penampilan hari ini," jelas pemain asal Tasikmalaya, Jawa Barat itu.
Sementara itu, di babak semifinal, Tommy akan berjumpa pemenang laga antara Lin Dan dengan Tian Houwei yang sama-sama dari China.
βSaya tidak memandang Ihsan sebagai junior saya. Dalam pertandingan ini, saya anggap siapa saja yang masuk ke lapangan adalah lawan meskipun berasal dari negara sendiri. Kami di luar memang teman, tetapi di lapangan ini adalah pertandingan,β kata Tommy.
βMemang ada peluang untuk juara, tetapi saya harus memulihkan stamina karena kemarin tenaga saya terkuras banget. Saya berusaha untuk memulihkan kondisi karena besok lawan Lin Dan atau Tian Houwei.
βSemoga saya bisa berada pada best performance saya. Saya fokus pada pertandingan besok karena lawan yang akan dihadapi memang berat,β imbuh dia.
(fem/rin)











































