Singkirkan Serena, Vinci Patahkan Hati Publik AS

AS Terbuka

Singkirkan Serena, Vinci Patahkan Hati Publik AS

Rossi Finza Noor - Sport
Sabtu, 12 Sep 2015 02:15 WIB
Singkirkan Serena, Vinci Patahkan Hati Publik AS
Getty Images/Matthew Stockman
New York -

Dukungan penuh dari penonton tuan rumah yang menyemangati Serena Williams tidak mematahkan Roberta Vinci. Sebaliknya, Vinci balas mematahkan hati mereka dengan menyingkirkan si jagoan.

Serena punya segalanya untuk dijagokan lolos ke final. Selain menjadi unggulan pertama, performa Serena sepanjang 2015 terbilang luar biasa setelah memenangi Australia Terbuka, Prancis Terbuka, dan Wimbledon.

Andai sukses menjadi juara di AS Terbuka tahun ini, Serena menambah koleksi grand slam menjadi 22 titel, menyamai rekor dari Steffi Graf di era Open. Ditambah fakta bahwa dia sudah meraih gelar juara di tiga grand slam tahun ini, dia bisa menjadi orang keenam yang melakukan aksi sapu bersih grand slam di satu musim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, semua itu pada akhirnya cuma jadi andai-andai.

Menghadapi Vinci pada laga semifinal yang berlangsung Sabtu (12/9) dinihari WIB, Serena kalah 6-2, 4-6, dan 4-6 dari petenis asal Italia tersebut. Padahal, sebelum ini Serena punya rekor sempurna kala bertemu petenis asal Italia: 4-0, tanpa pernah kalah satu set pun.

Kemenangan tersebut seperti benar-benar akan diraih Serena ketika dia mendominasi set pertama dengan mudah. Tetapi, cerita berbeda terjadi di dua set berikutnya.

Serena sempat memimpin 1-0 pada awal set kedua. Namun demikian, Vinci langsung bangkit dan mengakhiri rentetan enam game tanpa pernah menang pada pertandingan ini. Serena kemudian unggul 2-1, tetapi Vinci kembali bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Serena mulai sering melakukan kesalahan. Jika pada set pertama dia menorehkan 8 unforced error, pada pertengahan set kedua dia sudah melakukan 9 unforced error. Vinci sendiri belum menorehkan unforced error dan berhasil unggul 3-2 atas petenis berusia 33 tahun tersebut.

Pada akhirnya, Serena membuat 13 unforced error sepanjang set kedua. Vinci sendiri dengan cepat unggul 5-3, dan meski Serena memperkecil skor menjadi 5-4, dia berhasil membuat peluangnya hidup lagi dengan merebut set kedua.

Bangkitnya Vinci ini membuat pendukung Serena yang hadir menyaksikan di Arthur Ashe langsung tertegun. Pada satu kesempatan, ketika Serena gagal mengembalikan pukulannya, Vinci melihat ke arah penonton seraya mengangkat-angkat tangannya dan berteriak, seolah-olah meminta mereka berbalik mendukungnya.

Di set ketiga, Vinci benar-benar membuat Serena kesusahan. Dia unggul 5-3, meski sempat membuat double fault. Sementara, Serena sendiri gagal memanfaatkan keuntungan yang didapatkannya ketika servisnya melebar. Serena sempat memperkecil skor menjadi 4-5 di game berikutnya, tapi tetap tak bisa menahan laju Vinci.

Berkat kemenangan 6-4 di set ketiga, Vinci pun melaju ke final. Di partai puncak, dia akan menghadapi sesama petenis asal Italia, Flavia Pennetta.



(roz/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads