Dalam pertandingan final yang tuntas Senin (14/9/2015) pagi WIB, Djokovic meraih kemenangan 6-4, 5-7, 6-4, dan 6-4 atas Federer untuk meraih titel grand slam yang ke-10 untuknya--yang kedua di AS Terbuka.
Sedikit mengalihkan sorotan dari dua petenis top dunia tersebut, di kursi umpire ada Asderaki-Moore yang memimpin pertandingan tersebut sebagai wasit utama. Ada torehan khusus terkait perempuan kelahiran Yunani itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Eva sudah diperhitungkan untuk posisi itu selama 3-4 tahun terakhir dan tahun ini ia benar-benar ditunjuk. Dalam konteks kemampuan, ia sudah banyak memimpin pertandingan nomor putra di grand slam dan ia sudah pasti mampu. Ia tak pernah bikin masalah. Sudah pasti ia layak mendapatkan kesempatan tersebut," kata chief umpire Bruce Littrell kepada USA Today.
Sebelum ini Asderaki-Moore pernah duduk di kursi umpire pada final grand slam nomor putri pada AS Terbuka 2011 dan Wimbledon 2013. Kesempatan kali ini menjadi kali ketiga ia memimpin final grand slam.
Pada tahun 2007 ada sosok Hawa lainnya, Sandra de Jenken, yang menjadi perempuan pertama untuk duduk di kursi umpire sebuah final grand slam nomor putra. Ia melakukannya di Australia Terbuka dan Prancis Terbuka.
(krs/rin)











































