Djokovic menyabet tiga titel grand slam di 2015. Pertama di Australia Terbuka, lalu diikuti dengan Wimbledon dan terakhir AS Terbuka. Cuma di Roland Garros saja ia tak mampu berjaya.
Prestasi tersebut membuat petenis putra terbaik dunia tersebut menyamai hasil terbaiknya tahun 2011 lalu ketika ia juga menjuarai tiga titel grand slam--terkecuali Prancis Terbuka yang masih menjadi satu-satunya ajang grand slam yang belum bisa ia taklukkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku mengiriminya SMS setelah AS Terbuka tapi hari ini aku hendak mengatakannya di hadapan publik secara langsung, bahwa caranya bermain sepanjang musim ini sudah luar biasa. Kekuatan mental dan level tenisnya sulit disamai," lanjutnya memuji.
Pernyataan tersebut dilontarkan Nadal menjelang laga eksebisinya melawan Djokovic di Bangkok, Thailand, pada hari Jumat (2/10/2015). Sebelum ini, Djokovic sudah memenangi dua pertemuan terakhir lawan Nadal.
[Baca juga: Djokovic vs Nadal di Bangkok Bulan Depan: Belanja Dulu Baru Tanding]
"Tidak juga," jawab Nadal ketika ditanya apakah partai kali ini ia targetkan sebagai ajang revans. "Tidak, jika pun aku menang nanti itu tidak akan menjadi sebuah revans."
"Ini kan partai eksebisi. Tujuannya adalah memainkan pertandingan sebaik mungkin, dan kami sama-sama bisa menikmati permainan dan membuat orang bergembira," lanjutnya.
(krs/mrp)











































