China Absen, Turnamen Diyakini Tetap Bergengsi

Asia Badminton Junior Championships 2015

China Absen, Turnamen Diyakini Tetap Bergengsi

Mercy Raya - Sport
Selasa, 06 Okt 2015 19:10 WIB
China Absen, Turnamen Diyakini Tetap Bergengsi
detikSport/Mercy Raya
Kudus - Asia Badminton Junior Championships 2015 digelar tanpa ada wakil China. Meski menjadi kekuatan bulutangkis terbesar di dunia saat ini, ketiadaan wakil-wakil negara tersebut dianggap tak mengurangi kualitas turnamen.

"China tidak ikut dalam kejuaraan ini karena agenda mereka di 2015 sudah penuh, terkhusus di bulan Oktober ini. Mereka punya banyak turnamen dan liga bulan ini dan mereka percaya diri dengan programnya tersebut. Makanya memilih untuk tidak ikut ke kejuaraan ini," demikian konfirmasi BAC Event Manager, Chooi Weng Sheng.

Terkait absennya China di ajang yang akan langsungkan pada 7-11 Oktober 2015, akhir pekan ini, beberapa negara peserta menolak berkomentar. Manajer Jepang Yasuhiro Nagura, manajer Thailand Poompat Sapkulchananart, serta pelatih kepala Korea Kim Hak Kyun kompak menolak menjawab pertanyaan wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka juga kompak tidak berkomentar saat ditanya soal kualitas kompetisi tanpa kehadiran pebulutangkis China. Dengan menggeleng-gelengkan kepalanya dan telapak tangan yang melambai ke arah awak media.

"Yang hadir di turnamen ini secara umum mewakili peta bulutangkis di Asia. Saya kira hampir semua negara Asia datang, kecuali China. Seperti biasa (tidak datang)," kataΒ Wasekjen PP PBSI, Ahmad Budiharto.

Ada 12 negara berpartisipasi dalam kejuaraan kali ini, dengan total peserta berjumlah 268 orang. Turnamen dibagi dalam dua kategori usia yakni U-17 dan U-15.

"Tapi tidak apa-apa, tidak ada China pun turnamen ini akan menjadi turnamen yang cukup bergengsi. Selain itu turnamen ini akan menjadi proyeksi atau gambaran dalam tiga dua tahun ke depan dalam peta bulutangkis di Asia. Jadi ini penting sekali buat kita semua sekaligus memantau siapa yang akan menjadi generasi penerus. Sekali lagi kami berharap tahun ini Indonesia bisa rebut lima gelar," pungkasnya.

(mcy/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads