Prestasi Tontowi/Liliyana tahun ini cukup mengkhawatirkan. Di masa-masa perebutan poin Olimpiade, mereka justru belum sekalipun meraih titel juara. Situasi jauh lebih buruk ketimbang tahun lalu dengan tiga gelar yang bsia diraih, dari All England, Singapura, dan Prancis Super Series. Artinya, sudah satu 11 bulan lamanya Tontowi/Liliyana puasa gelar.
Yang makin mengkhawatirkan, keduanya selalu terganjal oleh pemain yang itu-itu saja, Zhang Nan/Zhao Yunlei dari China. Sebanyak tujuh pertandingan terakhir, Tontowi/Liliyana selalu kalah. Padahal sebelumnya, Tontowi/Liliyana bisa menang kalah atas ganda campuran nomor satu dunia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya dengan kecanggihan teknologi sekarang situasi itu bisa diatasi. Kondisi yang dialami Tontowi/Liliyana sudah bukan peperangan antarpemain, tapi juga pelatih dan pemantau," kata Imelda yang diubungi detikSport, Jumat (9/10/2015).
"Lain lagi kalau pemainnya sudah menyerah. Itu pendapat saya. Apalagi Tontowi/Liliyana pernah menang, kan? Kadang-kadang "wibawa" pemain juga mempunyai andil.
"Kedua pemain ini harus mampu menjaga hati, jangan pernah memadamkan semangat dan pikiran kalau masih mau main terus. Begitu membiarkan semangat padam sulit untuk kembali. Jangan sampai saling menyalahkan. Keduanya juga harus memperkuat tekad bersama. Sekali lagi, itu kalau mereka masih ingin terus bermain," ucap dia.
Tontowi/Liliyana ditunggu ujian terdekat dengan dua turnamen di Eropa, Denmark dan Prancis Terbuka Super Series.
(fem/din)











































