Dongkrak Gengsi Kejurnas, PBSI Rumuskan Lagi Turnamen Nasional

Dongkrak Gengsi Kejurnas, PBSI Rumuskan Lagi Turnamen Nasional

Femi Diah - Sport
Senin, 09 Nov 2015 16:43 WIB
Dongkrak Gengsi Kejurnas, PBSI Rumuskan Lagi Turnamen Nasional
PBSI
Jakarta - PBSI meramu kembali tatanan turnamen bulutangkis nasional. Itu demi mengerek gengsi Kejuaraan Nasional yang rutin dihelat pada akhir tahun.

Agenda perumusan mekanisme sistem kejuaraan level nasional: kejuaraan nasional, sirkuit nasional dan junior masters itu digodok di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah, Senin (9/11/2015). Acara itu dihadiri oleh perwakilan bidang pembinaan prestasi dari 12 klub bulutangkis besar dan pengurus provinsi di seluruh Indonesia.

Dari pertemuan itu disepakati kejurnas bakal mengalami perubahan signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Mulai tahun ini, kejurnas akan dihelat menjadi dua divisi, yaitu divisi 1 dan divisi 2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para juara divisi 2 taruna akan otomatis naik ke divisi 1, dengan catatan masih masuk kategori usia taruna. Sementara, para juara divisi 1 kelompok taruna dan dewasa bakal diapresiasi dengan hak lolos ke pelatnas dengan masa percobaan enam bulan.

β€œKalau kami tidak membuat kejurnas sebagai ujung tombak untuk pemain punya hak masuk Pelatnas, kejurnas tidak ada artinya dibanding dengan sirnas," kata Rexy Mainaky, kabid binpres PP PBSI dalam rilis kepada detikSport (9/11/2015).

"Selama ini sirnas digunakan untuk mengumpulkan poin menuju junior master. Jadi ujung-ujungnya, sirnas akan lebih tinggi dari Kejurnas. Padahal kejurnas merupakan suatu turnamen yang lebih tinggi dari sirnas.

β€œJadi istilahnya kami ingin membuat kembali lagi Kejurnas menjadi suatu yang sakral. Bagaimana pun Kejurnas harus menjadi yang terbaik dan menjadi penilaian terakhir atlet untuk masuk ke Pelatnas,” papar Rexy.

Setelah berada di pelatnas dalam masa percobaan, para pemain akan dinilai berdasarkan empat kriteria, yakni aspek kesehatan, fisik, prestasi kejuraan dan penilaian attitude.

Bagaimana dengan para pemain yang sudah ada di pelatnas?

β€œPemain yang sudah di pelatnas juga akan ikut di kejurnas, tapi pasti di kelas dewasa, bukan lagi di taruna. Kalau misalnya pemain pelatnas yang sudah lima atau enam tahun di pelatnas dan kalah dari pemain non pelatnas, itu harus dipertanyakan potensinya untuk di pelatnas. Berarti ada yang salah di Pelatnas," tutur Rexy.

"Ini juga menjadi suatu motivasi bagi pemain luar Pelatnas untuk bisa bersaing dengan pemain Pelatnas. Dan untuk pemain Pelatnas juga termotivasi untuk tidak mau kalah dengan pemain luar Pelatnas," tambah Rexy.

Pelaksaaan junior masters, yang diikuti pemain usia u-19 dan U-17, tak akan dihelat pada bulan Desember seperti biasa, tapi dilaksanakan pada Januari. Para juara ajang itu akan diberi kesempatan magang di pelatnas selama enam bulan.

Selain itu PBSI merancang sebuah turnamen baru bagi pemain junior. Yakni kejuaraan beregu Superliga Junior yang diikuti oleh para pemain U-19 dengan format Thomas Uber. Kejuaraan ini akan dilaksanakan satu tahun sekali dan pemain asing tidak diperbolehkan ikut dalam kejuaran ini.

Sementara itu, pelaksanaan seri sirnas akan berkurang. Dari 10 kota menjadi delapan kota. Delapan kota tersebut dibagi menjadi enam kota untuk sirnas reguler dan dua kota lainnya untuk sirnas premier.

"Itu dilakukan untuk menurunkan intensitas pertandingan nasional yang cukup padat, sehingga atlet muda berkesempatan memaksimalkan potensinya dengan latihan terlebih dulu," jelas Rexy.

(fem/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads