Bermain di Hong Kong Coliseum, Selasa (17/11/2015), Anthony harus melewati dua pertandingan kualifikasi untuk mendapatkan tiket babak utama. Di laga penentuan dia menang atas Lee Cheuk Yiu, Hong Kong, 21-19, 11-21 dan 21-12.
βDi game pertama saya kalah angin jadi lebih berani buka permainan, tidak khawatir bola out. Terus di game kedua gantian jadi menang angin. Otomatis permainan saya juga berubah jadinya. Nggak boleh ngangkat dan jadi ragu-ragu, hasilnya malah banyak mati sendiri,β kata Anthony seperti dikutip Badminton Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di babak pertama kualifikasi, Anthony menang atas Riici Takeshita dari Jepang. Anthony menyelesaikan pertandingan itu dengan skor 14-21, 21-9 dan 21-12.
Sementara itu di laga lain, Jonatan dan Kho Hendrikho terhenti. Jonatan kalah di babak final kualifikasi saat berhadapan dengan Kenta Nishimoto, Jepang, 17-21 dan 14-21.
Ini merupakan pertemuan kedua Jonatan dan Kenta. Sebelumnya di Jepang Terbuka Super Series 2015, Jonatan menang 22-24, 22-20 dan 21-19 dari Kenta.
βSebenarnya tidak ada yang berubah dari Kenta, sama saja baik saat berjumpa di Jepang atau di sini. Hanya saja, dia lebih berani kali ini. Sementara, saya membuat beberapa kesalahan," kata Jonatan.
"Pelatih sudah bilang jangan banyak angkat dan saya juga sudah tau teorinya seperti itu, tapi saya tetap banyak ngangkat, nggak tahu kenapa. Seperti kebiasaan aja. Pelatih bilang A, saya juga mikirnya A, tapi yang saya lakukan malah B. Saya tadi kurang bisa mengntrol itu, ini menjadi evaluasi buat saya yang harus diperbaiki,β jelas Jonatan.
Tunggal putra Djarum Kudus, Kho, juga terhenti dari pemain Jepang. Melawan Kazumasa Sakai, Kho kalah 9-21 dan 9-21. Sebelumnya di babak pertama kualifikasi, Kho menang atasi pemain Mesir, Ali Ahmed El Khateeb, 21-7 dan 21-14.
Lolosnya Anthony ke babak utama membuat wakil Indonesia bertambah. Anthony akan tampil bersama Tommy Sugiarto dan Ihsan Maulana Mustofa.
(fem/rin)











































