Β
Menurut regulasi, masing-masing kontestan Olimpiade maksimal mengirimkan 10 wakil (dua wakil tiap nomor). Untuk memaksimalkan kuota itu, Indonesia harus menempatkan dua wakil di posisi 16 besar untuk nomor tunggal dan dua wakil di delapan besar pada nomor ganda. Kualifikasi Olimpiade akan berakhir Mei 2016 mendatang.
Menilik laju para pebulutangkis nasional sejauh ini, mereka yang relatif aman ke Olimpiade adalah Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri), dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran).
Jordan/Debby masih berpotensi kehilangan tempat jika tak tampil stabil dengan ada di peringkat kedelapan ganda campuran dunia. Posisi itu belum sepenuhnya aman. Rexy meminta agar mereka bisa minimal ada di urutan ketujuh agar lebih rileks menghadapi sisa kualifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peluang terbesar untuk menambah wakil ada di nomor ganda putra lewat Angga/Ricky dan Praveen/Debby (Ganda campuran). Kalau melihat poin yang dimiliki, Jordan/Debby hanya butuh sekitar 300 poin untuk ke Rio sementara Angga/Ricky harus berjuang lebih keras karena masih butuh 3 ribuan poin," kata Rexy dalam perbincangan dengan detikSport.
"Kalau dua pelapis ini bisa lolos, pekerjaan Hendra/Ahsan akan dan Tontowi/Liliyana akan lebih mudah. Mereka bisa berbagi beban dengan Angga/Ricky dan Jordan Debby.
"Peluang mereka untuk mendapatkan tiket Olimpiade ditentukan oleh seberapa besar tekad mereka sendiri untuk mendapatkannya," jelas Rexy.
Bagaimana dengan ganda putri? Pelapis di bawah Greysia/Nitya terpaut cukup jauh. ganda putri nomor dua nasional ditempati Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani yang ada di urutan ke-34 dunia.
Situasi lebih berat di sektor tunggal. Peluang untuk meloloskan dua wakil sulit karena bahkan tak satupun pemain tunggal Indonesia ada di urutan delapan besar dunia.
(fem/cas)











































