Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menjadi ganda putri terbaik tanah air saat ini. Keduanya pun diminta untuk mendonasikan emas pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.
Greysia/Nitya membuat kejutan ketika meraih medali emas Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Penampilan mereka di tahun ini cukup bagus dengan menjadi juara Super Series di Korea bulan September.
Dua titel itu membuat PBSi menaruh harapan besar kepada Greysia/Nitya pada Olimpiade tahun depan di Brasil. Keduanya diminta untuk bisa menyumbangkan medali emas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asian Games itu kan seperti mini-Olympic. Saat ini ganda putri terbaik dunia rata-rata dari Asia. Pasangan Eropa yang bisa bersaing hanya Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen. Kalau mereka bisa mengatasi Asian Games, semestinya mereka mampu mengatasi Olimpiade.
"Mereka harus flashback saat bisa meraih emas Asian Games. Bagaimana pemikiran mereka, cara bermain mereka, seperti apa menjaga diri. Mereka harus melihat itu lagi. Kalau bisa seperti di Asian Games dan seperti di Korea Super Series serta bisa menerapkannya lagi, peluang untuk mendapatkan medali emas lebih besar kepada mereka," ucap Rexy.
Saat ini Greysia/Nitya sudah relatif aman ke Olimpiade 2016. Mereka ada di peringkat keempar dunia. Tiga besar lain ditempati secara berututan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang), Luo Ying/Luo Yu (China), dan Juhl/Pedersen.
Dua nomor lain yang digadang-gadang bisa meraih emas adalah dari ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
Olimpiade 2016 juga menjadi waktu yang tepat bagi Greysia untuk menebus kesalahan tahun 2012. Kala itu di London, Greysia terkena kasus kartu hitam karena dianggap bermain tak sportif.
(fem/cas)











































