Turnamen Indonesian Masters 2015 menjadi turnamen terakhir yang diikuti Firda. Sayangnya, pemain tunggal putri berusia 29 tahun itu tak berhasil mengukir kenangan manis di turnamen tersebut.
Firda langsung kandas di babak pertama. Dia bahkan tak bisa menuntaskan pertandingan melawan Chen Yufei (China), Rabu (2/12/2015), dan menyerah di game kedua dalam kedudukan 12-21, 4-9. Dia terpaksa mundur karena cedera lututnya kambuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah hal yang harus dilalui, karena semua atlet nantinya akan merasakan hal yang sama. Ternyata waktu saya datang jugaβ¦" ucapnya.
Setelah gantung raket, Firda tidak akan benar-benar meninggalkan dunia bulutangkis yang membesarkannya. Dia berencana menekuni profesi baru sebagai pelatih.
"Saya sudah memutuskan untuk tidak bermain bulutangkis lagi. Saya ingin menjadi pelatih. Rencana terdekat mau melatih di klub asal saya, Jaya Raya Jakarta. Namun, saya juga tidak menutup kemungkinan kalau ada tawaran lain," tutur Firda.
Firda mengaku mendapatkan banyak pelajaran hidup selama menjadi pebulutangkis. Dari usia muda, Firda sudah belajar mengemban tanggung jawab, disiplin, dan kerja keras. Maklum saja, persaingan bulutangkis di Indonesia memang ketat.
"Saya juga bisa merasakan seperti apa bangganya jadi juara dan bagaimana mengatasi rasa down ketika kalah. Saya bangga mendapatkan kesempatan membawa nama Indonesia, mungkin tidak semua orang punya kesempatan seperti ini, dan saya sudah mengalaminya dari kecil. Nah, sekarang saatnya saya menularkan ilmu yang saya dapat selama ini kepada junior-junior saya," tambahnya.
Selama menjadi pemain, Firda pernah menyumbangkan medali emas SEA Games Filipina 2005, medali perak SEA Games Jakarta 2011, juara Indonesian Masters 2014, juara Belanda Terbuka 2006, dan juara Selandia Baru Terbuka 2005.
"Jangan pernah minder, jangan takut dengan pemain-pemain China, Korea, dan lainnya. Percaya diri kalau kita bisa dengan selalu bekerja keras melebihi orang lain, dan jangan pernah merasa cukup dalam latihan," pesan Firda kepada para juniornya.
(mfi/mrp)











































