Kejurnas PBSI, yang bertajuk resmi Pertamina Kejurnas PBSI 2015, akan dihelat di Stadion Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 8-12 Desember 2015. Ajang itu akan mengadu atlet non-pelatnas dengan pelatnas dan hasilnya bisa berimbas pada keberadaan di pelatnas.
Apalagi berdasarkan ketentuan baru yang dikeluarkan PP PBSI mengenai Kejurnas tahun 2015, para peraih gelar juara di Kejurnas divisi I kelas taruna dan dewasa berhak untuk masuk pelatnas dengan masa percobaan selama enam bulan. Selama enam bulan tersebut, si atlet akan dievaluasi dengan empat kriteria penilaian yaitu aspek kesehatan, fisik, prestasi di kejuaraan serta penilaian attitude.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nantinya atlet yang lolos percobaan selama enam bulan secara otomatis akan menjadi pemain nasional tetap. Menemani atlet pelatnas yang lolos degradasi sebelumnya," ujarnya.
Untuk pelatnas Cipayung, dari lima nomor yang ada PBSI menetapkan jumlah kuota yang berbeda-beda. Tunggal putra punya 10 kuota, tunggal putri tujuh kuota, ganda putri tujuh pasangan, sementara ganda putra dan campuran masing-masing akan berisi delapan pasangan.
Akan tetapi, jumlah itu tidak harus dipenuhi semua. Menurut Budiharto, lebih baik kuota sedikit tapi atletnya punya potensi, ketimbang banyak tapi tidak menjanjikan.
"Kami tidak ingin terlalu banyak membuang waktu dan biaya untuk mereka yang tidak prospek. Karena kalau tidak prospek dan ditempati terus, peluang untuk pemain baru jadi terbatas. Akibatnya kemampuan kita jadi terbatas juga," sebutnya.
(mcy/krs)











































