Didukung PB Djarum, Vita Terima Pinangan PBSI

Didukung PB Djarum, Vita Terima Pinangan PBSI

Femi Diah - Sport
Kamis, 07 Jan 2016 16:19 WIB
Didukung PB Djarum, Vita Terima Pinangan PBSI
PB PBSI
Jakarta - Vita Marissa dipastikan kembali bergabung dengan PP PBSI mulai tahun ini. Meski sempat berniat gantung raket, oleh pengurus PB Djarum--klub yang menaunginya--Vita didukung kembali ke Cipayung.

Vita mendapatkan tiket ke pelatnas bukan lewat cara cuma-cuma. Dia kembali ke Cipayung sebagai juara ganda campuran Kejuaraan Nasional Bulutangkis tahun 2015 di Jakarta. Di ajang itu dia berpasangan dengan sesama pemain Djarum, Rafiddias Akhdan Nugroho.

Nah, situasi menjadi membingungkan karena Vita sudah mengumumkan gantung raket usai kejurnas. Dia berniat menjadi pelatih di PB Djarum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupanya setelah dibujuk oleh pengurus PB Djarum, Vita bersedia menunda niat tersebut. Dia akan bergabung dengan pelatnas mulai pekan depan.

"Kita semua kan tahu kelebihan Vita. Permainan net Vita sangat bagus, saya berharap dia bisa membagikan ilmu itu kepada pemain-pemain di sini. Saya bersedia melepas Vita dari Djarum ke pelatnas karena di sini lebih butuh, di sini yang lebih penting (ketimbang di klub)," kata Yoppy Rosimin, ketua PB Djarum, dalam konferensi pers di PB Djarum, Jakarta, Kamis (7/1/2015).

"Vita sendiri juga kaget kok dia masih masuk pelatnas mpadahal dia sudah berniat untuk pensiun. Tapi setelah saya bujuk akhirnya dia bersedia dengan konsekuensi dia tak akan lagi main di turnamen internasional," jelas Yoppy.

Ketua bidang pembinaan dan prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky, menyebut Vita memang berhak masuk pelatnas sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia tetap akan menjalani masa percobaan seperti pemain lain.

"Promosi atlet diambil dari hasil kejurnas yang sudah berlangsung. Dari kejurnas itu terdapat 10 orang yang promosi, termasuk Vita, dan terdegradasi 10 juga. Baru tadi malam kami mendapatkan surat dari Vita kalau dia bersedia untuk bergabung," kata Rexy.

"Masuknya Vita bukan untuk jadi pemain yang berprestasi lagi tapi pengalaman dialah yang dibutuhkan untuk dibagi kepada atlet-atlet muda. Kami harapkan dia bisa sharing apa yang dimilikinya."

"Kita bisa lihat Vita mampu mengangkat Praveen Jordan hingga bisa menjadi Jordan yang sekarang. Bisa lihat bagaimana Rafi yang sempat terdegradasi (dari pelatnas akhir 2014) setelah dibimbing Vita bisa kembali ke pelatnas," jelas Rexy.

Meskipun masuk sebagai pemain veteran, Vita harus tetap melakoni hak dan kewajiban sebagai layaknya pemain pelatnas lainnya. Dia juga harus menjalani masa percobaan selama enam bulan pertama seperti pemain yang lolos ke pelatnas dari jalur juara kejurnas

Hanya saja, tak tertutup kemungkinan jika Vita akan diproyeksikan sebagai asisten pelatih atau pelatih.

"Pelatih di sektornya yang mempunyai rencana, mungkin ada masukan dari Vita. Dengan pengalaman itu posisinya sangat penting. Kalau ada kemungkinan untuk menjadi pelatih yang diandalkan bisa jadi dia akan masuk ke barisan pelatih," beber Rexy.

(fem/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads