Pesimisme mengiringi persiapan tim Uber menuju Kualifikasi Piala Thomas-Uber zona Asia di Hyderabad, India, bulan depan. Dari skuat yang ada, hanya pasangan ganda putri yang mempunyai bekal meyakinkan.
Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mematok agar tim Thomas dan Uber bisa lolos ke putaran final di China bulan Mei 2016. Dengan kekuatan yang ada, tim putri dihinggapi ketidakyakinan untuk tampil di kualifikasi yang dihelat di Hyderabad, India, mulai 15-21 Februari.
Menurut regulasi yang ada, hanya tersedia lima slot untuk diisi (empat plus satu milik China sebagai juara bertahan sekaligus tuan rumah). Sementara ada 12 tim yang harus bertanding di kualifikasi Piala Uber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk tim Uber kita ini menilik ranking yang dimiliki para pemain, hanya ganda putri yang bagus. Itupun satu pasangan sedangkan yang lain jauh sekali. Jadi siap-siap saja nanti saat penentuan seeded kita tak masuk ranking utama," kata Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (7/1/2016).
Di tim Uber Indonesia nomor tunggal memang tak mempunyai pemain jagoan. Tunggal pertama diisi oleh Maria Febe Kusumastuti yang ada di peringkat 21. Berikutnya ada Linda Wenifanetri (25), Fitriani (78), dan Gregoria Mariska (99).
Di sektor ganda, Indonesia akan menurunkan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (nomor 4), Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani (33), Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari (57).
Situasi itu menjadi perhatian kepala pelatih tunggal putri pelatnas, Edwin Iriawan. Dia menilai sektor tunggal memang mempunyai tugas yang tak ringan.
"Untuk kekuatan tim Uber kita memang dari kualitas tim tidak merata. Dari tiga tunggal semuanya mempunyai kekurangan. Ganda putri juga hanya Greysia/Nitya. Target yang penting lolos dulu," kata Edwin.
"Pokoknya yang maksimal dulu persiapan dan harus bisa gebrakan, kalau mau bangkit terutama yang tunggal putri ya harus mau latihan yang benar. Semoga bisa ada hasil positif nantinya," ucap Edwin.
Dengan sistem kualifikasi lebih dulu, tim Uber Indonesia pernah memiliki pengalaman buruk. Tim putri tak lolos ke putaran final di Tokyo dan Sendai tahun 2006.
(fem/nds)











































