Bouchard Takkan Berharap Apa-apa di Australia Terbuka

Bouchard Takkan Berharap Apa-apa di Australia Terbuka

Kris Fathoni W - Sport
Minggu, 10 Jan 2016 18:25 WIB
Bouchard Takkan Berharap Apa-apa di Australia Terbuka
Getty Images/Robert Cianflone
Hobart - Eugenie Bouchard sempat digadang-gadang sebagai calon bintang masa depan. Tetapi apa yang terjadi tahun lalu membuat Bouchard menyongsong Australia Terbuka tanpa ekspektasi apa-apa.

Bouchard mulai mencuri perhatian pada tahun 2014. Saat itu petenis Kanada 21 tahun tersebut di antaranya mampu menembus semifinal Australia Terbuka dan Prancis Terbuka, bahkan jadi finalis Wimbledon.

Pada tahun 2014 pula Bouchard mencatatkan peringkat WTA terbaiknya sejauh ini dengan menempati posisi lima pada medio bulan Oktober.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, tahun 2015 Bouchard menjalani kisah yang sama sekali berbeda. Sempat menembus perempatfinal Australia Terbuka, performanya kemudian terus menurun.

Di Prancis Terbuka dan Wimbledon, Bouchard langsung tersisih di babak pertama. Di AS Terbuka, ia bahkan terpeleset di ruang ganti dan kepalanya mengalami benturan.

Insiden itu membuatnya harus mundur dari turnamen pada babak empat. Pada prosesnya Bouchard juga menuntut United States Tennis Association (USTA) selaku penyelenggara AS Terbuka.

Setelah musim yang tidak menyenangkan, juga akibat harus beristirahat akibat insiden di AS Terbuka, Bouchard kini harus terpaku di peringkat 49 WTA.

Memasuki 2016, Bouchard setidaknya sudah kembali beraksi dan memperlihatkan performa cukup oke di Shenzhen Open. Ia melewati dua pertandingannya sebelum kemudian tersisih di perempatfinal oleh Timea Babos.

Pekan ini ia kembali tampil di Hobart International sebagai persiapan menghadapi Australia Terbuka, kendatipun Bouchard menyatakan tidak menyimpan harapan muluk-muluk untuk sementara waktu.

"Satu bulan lalu saya bahkan tidak yakin akan tampil di Australia Terbuka, jadi saya sudah gembira bisa ada di Australia, menantikan tampil dalam dua turnamen berikutnya (dengan) harapan nol," katanya di Reuters.

"Saya merasa nyaman... Saya tak mau main kalau tidak siap, jadi saya sudah bekerja keras pada pramusim dan berusaha memoles di sektor mana saya tertinggal," tuturnya.

Bouchard kemudian menuturkan kelegaannya bisa tampil tanpa rasa sakit dalam tiga pertandingan di Shenzhen. walaupun akhirnya kalah juga.

"Saya merasa masih sedikit kaku, kurang tajam jika dibandingkan dengan akhir tahun saat banyak bermain. Ini cuma perkara harus memainkan banyak pertandingan. Saya tak tahu butuh berapa lama, ini perjalanan panjang tapi saya siap melakukannya," sebut Bouchard.



(krs/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads