Linda Weni atau Febe yang Akan ke Olimpiade Rio de Janeiro?

Linda Weni atau Febe yang Akan ke Olimpiade Rio de Janeiro?

Femi Diah - Sport
Rabu, 20 Jan 2016 20:28 WIB
Linda Weni atau Febe yang Akan ke Olimpiade Rio de Janeiro?
Jakarta - PBSI mengantongi satu tiket Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Siapa pemiliknya?

Menilik ranking dunia saat ini, tiket itu menjadi milik Maria Febe Kusumastuti yang ada di urutan ke-21 dunia. Febe berhak mendapatkannya sebagai tunggal putri nasional terbaik saat ini.

Tapi, posisinya belum benar-benar aman. Perebutan tiket Olimpiade untuk bulutangkis masih bergulir hingga 1 Mei tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Febe mendapatkan persaingan dari Linda Wenifanetri yang membuntuti di urutan ke-25 dunia. Dengan waktu tersisa, PBSI bertekad untuk semaksimal mungkin meloloskan Linda ke Brasil.

β€œJelang Olimpiade, kami harus lebih selektif dalam memilih turnamen untuk Linda, jangan sampai salah strategi. Kondisi Linda hingga saat ini cukup baik, cedera sudah pulih. Saya inginnya Linda bikin gebrakan sebelum olimpiade supaya meningkatkan rasa percaya dirinya,” kata Edwin seperti dikutip Badminton Indonesia, Rabu (20/1/2016).

Edwin berharap Linda bisa mengemban tugas itu dengan baik. Sebab, menurut Edwin, sudah saatnya Linda menantang dirinya sendiri untuk bisa membayar kepercayaan PBSI yang memberikan tempat di pelatnas kepada Linda selama bertahun-tahun.

Edwin menilai kemampuan Linda tak kalah dengan pebulutangkis tunggal putri papan atas dunia lainnya. Persoalan psikologis Linda yang bakal diperbaiki dalam waktu tersisa ini.

β€œKita lihat saja (Nozomi) Okuhara atau Saina (Nehwal), mereka tidak punya teknik yang luar biasa. Tetapi punya jiwa tidak mau kalah, ngotot, dan ketahanan yang bagus. Tim tunggal putri Indonesia sebetulnya bisa, hanya belum disadari saja,” jelas Edwin.

Selain Linda, Edwin yang menggantikan Bambang Supriyanto sebagai kepala pelatih tunggal putri pelatnas PBSI itu juga bakal menggenjot performa pelapis Linda.

β€œHal yang paling penting sekarang adalah komitmen dari para atlet. Mindset mereka harus diubah, jangan cuma semata-mata mau jadi pemain tim nasional tetapi tidak pernah juara. Jadi atlet harus punya angan-angan!” tambahnya.

β€œSebetulnya sebelum Kejuaraan Dunia 2015, anak-anak sudah berada di track yang benar. Gregoria (Mariska) dan Fitriani prestasinya bagus, tetapi habis itu kendor lagi. Semua harus introspeksi diri dan tampil konsisten. Kalau santai-santai ya berat, kita harus mengejar, bukan dikejar, jadi tugasnya lebih susah,” tandas Edwin yang pernah melatih tim nasional India ini.

Di tahun 2016, sejumlah pemain lapis kedua mendapatkan kesempatan untuk memperkuat tim Indonesia di Kualifikasi Piala Thomas dan Uber 2016. Gregoria dan Fitriani tercatat masuk dalam tim inti.

β€œSaya rasa ini kemajuan untuk tim tunggal putri. Pemain muda dapat menambah pengalaman dan mengasah mental di pertandinga beregu. Di perorangan, para pemain lapis kedua saya targetkan untuk menembus rangking 40 besar dunia,” ucap dia.

(fem/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads