Tim kepelatihan Rafael Nadal mungkin akan berubah dalam waktu dekat. Menyusul hasil mengecewakan yang dipetik mantan petenis nomor satu dunia itu dengan tersingkir di babak pertama Australia Terbuka.
Nadal secara mengejutkan disingkirkan rekan senegaranya, Fernando Verdasco, dalam pertarungan lima set 6-7(6), 6-4, 6-3, 6-7(4), 2-6, pada Selasa (19/1/2016) lalu. Ini adalah kali pertama dalam karier petenis kidal itu terdepak di babak pertama turnamen tersebut.
Padahal sejak periode buruk 2015, Nadal menunjukkan progres yang cukup oke sejak paruh kedua musim memulai tahun ini dengan maju ke final Qatar Terbuka kendati harus menyerah dari Novak Djokovic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya paham bahwa di dalam olahraga hasil paling utama dan apabila Anda harus membuat perubahan, Anda harus melakukannya," kata pelatih sekaligus paman Nadal, Toni Nadal, kepada radio Cadena Cope, yang dilansir AFP.
"Kalah di babak pertama Australia Terbuka adalah salah satu kekecewaan terbesar yang pernah dia rasakan karena dalam empat bulan terakhir dia sudah bermain bagus."
"Saya harap, ini hanya hasil sementara saja dan kami mesti maju ke depan."
Pascakekalahan dari Verdasco, Nadal mengatakan bahwa agresivitas dalam tenis yang semakin meningkat cukup menyulitkan dirinya. Toni Nadal pun mengakui akan tidak mudah bagi kemenakannya itu untuk mengubah gaya bermainnya.
"Strategi yang dia mainkan di sepanjang hidupnya kurang penting sekarang. Tidak mudah untuk mengubah gaya setelah 15 tahun," simpul Toni Nadal.
(rin/mfi)











































