Lleyton Hewitt adalah idola di dunia tenis. Tidak terkecuali dari kalangan petenis sendiri. Lawan yang mengalahkannya di babak kedua Australia Terbuka 2015, David Ferrer, menjadi salah satu yang mengidolainya.
Pada pertandingan yang berlangsung di Rod Laver Arena, Rabu (21/1/2016), Hewitt kalah straight set 2-6, 4-6, dan 4-6 dari Ferrer. Usai pertandingan, para penonton yang menghadiri Rod Laver langsung berdiri, memberikan aplaus kepada Hewitt yang sedang diwawancarai di tengah lapangan.
Wajar melihat penonton memberikan aplaus kepada petenis Australia berusia 34 tahun itu. Sebab, dengan kekalahan tersebut, publik Australia tidak akan lagi melihat Hewitt bertanding di nomor tunggal di Australia Terbuka. Hewitt sudah memutuskan untuk gantung raket setelah turnamen Grand Slam ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menarik adalah testimoni yang diberikan oleh Ferrer. Tanpa rasa sungkan, petenis asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa ia pernah meminta Hewitt menandatangani kaosnya. Kaos tersebut, sampai saat ini masih disimpan di rumahnya.
"Lleyton Hewitt adalah salah satu petenis terbaik sepanjang sejarah," ujar Ferrer kepada BBC.
"Dia adalah salah satu idola saya. Saya punya kaos yang ia tandatangani di rumah. Tanda tangannya adalah satu-satunya yang saya miliki di antara petenis-petenis lainnya," kata Ferrer.
Hewitt satu kali lolos ke final Australia Terbuka, yakni pada tahun 2005. Pencapaian terbaiknya di turnamen Grand Slam adalah menjuarai AS Terbuka pada 2001 dan Wimbledon pada 2002.
Hewitt kini tinggal di Nassau, Bahama, bersama istrinya, Bec Cartwright, dan tiga orang anak mereka.
(roz/fem)











































