Djokovic, petenis putra terbaik dunia sekaligus juara bertahan, harus bekerja ekstra keras guna mengatasi Simon. Djokovic baru bisa menang lewat partai lima set 6-3, 6-7(1), 6-4, 4-6, 6-3.
"Selalu tidak mengenakkan ketika kalah dalam lima set. Setelah main sedemikian lama, Anda merasakan banyak hal sudah terjadi di lapangan. Sedemikian banyak yang bisa saja berbeda. Hari ini saya tidak bisa melakukannya," kata Simon seperti dikutip Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu persis dengan apa yang saya lakukan tapi saya tidak akan mengungkapnya. Saya saat itu punya rencana. Toh saya sudah mengenalnya dengan amat baik," ucap Simon.
"Kita semua tahu ia tipe pemain seperti apa dan seberapa sulitnya menemukan solusi menghadapinya, menghentikan daya juang dan merasa lebih baik di atas lapangan."
"Saya pikir (rencana) itu sudah bekerja dengan baik hari ini. Ia membuat 100 unforced error. Buat saya itu angka yang bagus, tentu tak bagus untuknya. Tapi sayangnya, sekali lagi, itu tidaklah cukup," tuturnya.
Kendatipun sudah sedemikian sukses merepotkan Djokovic, Simon acapkali tidak mampu memaksimalkan hal tersebut dengan menancapkan taring lewat hantaman mematikan yang dibutuhkan pada momen-momen penting. Simon pun mengaku kerapkali berandai-andai punya pukulan sedahsyat, contohnya, Stan Wawrinka.
"Saya harus menemukan cara sendiri untuk melakukannya. Seperti misalnya saya berharap bisa memukul seperti Stan, tapi kan tidak begitu nyatanya. Saya tahu ada banyak pemain yang ingin saya memenangi pertandingan tadi. Banyak pemain yang akan merasa lebih baik jika Novak tersingkir. Ia terus semakin bagus setiap tahunnya. Agak menakutkan karena ia sudah jadi petenis nomor satu," papar Simon.
(krs/a2s)











































