Terserang Demam Berdarah, Gregoria Dicoret dari Kualifikasi Piala Uber

Terserang Demam Berdarah, Gregoria Dicoret dari Kualifikasi Piala Uber

Femi Diah - Sport
Senin, 25 Jan 2016 15:50 WIB
Terserang Demam Berdarah, Gregoria Dicoret dari Kualifikasi Piala Uber
PBSI
Jakarta - PP PBSI membuat perubahan skuat tim menuju Kualifikasi Piala Uber di Hyderabad, India bulan depan. Gregoria Mariska dicoret dari tim karena tengah menderita demam berdarah.

Gregoria terpaksa dicoret karena terserang penyakit demam berdarah dan harus melewati proses penyembuhan. Sehingga dia tak bisa mengikuti rangkaian persiapan Kualifikasi Uber 2016 yang digeber mulai 15-21 Februari ini.
Β 
Posisi Gregoria digantikan oleh Hanna Ramadini, pemain muda tunggal putri, untuk mendampingi LInda Wenifanetri dan Maria Febe Kusumastuti. Hanna pernah menyumbangkan medali perak SEA Games Singapura 2015 dan tampil juga di nomor beregu.

β€œGergoria tidak dapat menjadi bagian tim inti karena dia terserang demam berdarah dan takutnya proses recovery-nya agak lama, jadi tidak sempat untuk persiapan ke Kualifikasi Piala Thomas dan Uber,” ujar Achmad Budiharto, Chef de Mission tim Kualifikasi Piala Thomas dan Uber Indonesia, seperti dikutip Badminton Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œPrestasi Gregoria memang akhir-akhir ini lebih baik dari Hanna, namun kiprah Hanna di Malaysia Masters 2016 juga cukup baik. Selain itu, jam terbang Hanna di team event juga lebih banyak. Saya rasa perubahan ini tidak akan membawa dampak pada performa tim Uber,” tutur Budiharto.

Selain itu, Budiharto memastikan jika Ihsan Maulana Mustofa tetap masuk dalam skuat inti menuju Kualifikasi Piala Thomas. Seperti diketahui, Ihsan sempat mengalami cedera pada lutut kanannya usai mengikuti kejuaraan Indonesian Masters 2015,. Ihsan mengorbankan Kejurnas PBSI 2015 untuk penyembuhan.

β€œBerdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Ihsan dinyatakan bisa ikut bertanding di Kualifikasi Piala Thomas. Kami memutuskan untuk tetap mempertahankan Ihsan di dalam tim. Peran Ihsan di tim juga saat ini belum bisa digantikan oleh pemain tunggal putra pelatnas yang lain,” ujar Hendry Saputra, kepala pelatih tunggal putra PBSI.

(fem/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads