Di atas lapangan, Murray masih melaju oke. Ia sudah mencapai perempatfinal di Melbourne Park, untuk kali ketujuh berturut-turut, setelah menyisihkan petenis tuan rumah Bernard Tomic, Rabu (25/1/2016) kemarin.
Bicara sebelum partai berikutnya, lawan petenis Spanyol David Ferrer, Murray mengaku bisa saja sudah mundur dari turnamen jika sang ayah mertua, Nigel Sears, tidak pulih setelah jatuh di tangga arena pada akhir pekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menjadi beberapa hari yang berat. Ada banyak hal yang terjadi, termasuk jauh di rumah sana. Ini sungguh tidak mudah untuk semua pihak," tuturnya.
Nigel saat ini melatih petenis putri Ana Ivanovic. Profesinya itu membuat Murray mengaku amat dekat dengan si ayah mertua. Ia bahkan menunggui langsung Nigel di ranjang rumah sakit.
"Saya dan Nige amat dekat. Kami banyak menghabiskan waktu bersama. Saya mengenalnya jauh lebih lama daripada mengenalnya daripada Kim, nyaris karena apa yang ia lakukan. Ini tentu berat," curhat Murray.
Selain kecelakaan yang menimpa ayah mertuanya, salah satu yang terus jadi bahan pikiran Murray adalah mengenai kondisi Kim, sang istri tercinta. Saat ini ia dan Kim memang sedang menantikan kehadiran anak pertama yang diprediksi lahir dalam beberapa pekan ke depan, walaupun Murray juga sudah menyatakan bakal mundur dari turnamen jika saja istrinya harus menjalani proses persalinan lebih cepat daripada jadwal.
"Kenyataan bahwa saya bisa menghadapi apa yang sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir merupakan sebuah pertanda bagus," sebutnya.
(krs/mfi)











































