Evaluasi Pelatih untuk Penampilan Tim Ganda Campuran di Thailand

Evaluasi Pelatih untuk Penampilan Tim Ganda Campuran di Thailand

Meylan Fredy Ismawan - Sport
Jumat, 12 Feb 2016 18:17 WIB
Evaluasi Pelatih untuk Penampilan Tim Ganda Campuran di Thailand
Praveen Jordan/Debby Susanto (PBSI)
Bangkok - Sektor ganda campuran pelatnas mendapatkan hasil yang amat mengecewakan di Thailand Masters 2016. Tim pelatih pun mengevaluasi penampilan mereka.

Tanpa Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, empat ganda campuran pelatnas yang dikirim ke Thailand tak bisa melaju jauh. Keempatnya langsung tersingkir saat turnamen baru memasuki babak pertama.

Alfian Eko Prasetya/Anissa Saufika ditundukkan oleh Vitalij Durkin/Nina Vislova (Rusia), 18-21, 21-17, 16-21. Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja pun senasib dengan Alfian/Anissa. Mereka tak kuasa menghadapi perlawanan Zheng Siwei/Chen Qingchen (China) dan menyerah dua game langsung dengan skor 9-21, 17-21.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riky Widianto/Richi Puspita Dili yang baru saja kembali dipasangkan juga belum dapat menuntaskan perlawanan pasangan senior tuan rumah, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam. Usai bertarung rubber-game, Riky/Richi takluk dengan skor 17-21, 22-20, 19-21.

Sementara itu, Praveen Jordan/Debby Susanto yang merupakan unggulan kedua dikalahkan pasangan Thailand, Puavaranukroh Dechapol/Sapsiree Taerattanachai, dengan skor 13-21, 15-21. Padahal, sepekan sebelumnya Praveen/Debby menjadi juara di India Terbuka GP Gold dengan mengalahkan Dechapol/Taerattanachai di final.

"Hasilnya jelas mengecewakan. Hari pertama sudah kalah semua walaupun draw-nya memang tidak ada yang mudah," ujar Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI, Nova Widianto, yang mendampingi tim ganda campuran di Bangkok.

"Praveen/Debby tampil kurang maksimal saat melawan pasangan yang sama di final India Open Grand Prix Gold 2016. Kalau saya lihat, peak performance dan fokus mereka sudah habis. Memang dilema karena di satu sisi kami harus mengirim Praveen/Debby untuk mengamankan poin ke olimpiade. Di satu sisi lagi, mereka kalau ikut turnamen beruntun, hasilnya hampir selalu kurang bagus di turnamen ketiga," jelas Nova dalam rilis PP PBSI yang diterima detikSport.

"Untuk tiga pasangan lainnya, lebih ke faktor kepercayaan diri. Mereka prestasinya sempat bagus. Alfian/Anissa di rangking 20-an, lalu Anissa cedera. Riky/Richi juga sempat di rangking sembilan, lalau kalah-kalah terus, begitu juga Edi/Gloria," tambahnya.

Untuk memperbaiki penampilan tim ganda campuran, yang selanjutnya akan berlaga di turnamen Jerman Terbuka Grand Prix Gold dan All England 2016, tim pelatih akan melakukan evaluasi serta penerapan latihan intensif.

"Memang tidak mudah mengembalikan kepercayaan diri mereka. Tetapi, saya yakin kalau mereka percaya akan kemampuan mereka dan mereka pernah top ranking, jadi mereka memang punya kualitas," kata Nova.

(mfi/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads