Tim Thomas Indonesia membuat kejutan dengan keluar sebagai juara di babak kualifikasi. Di final, Indonesia yang tak menurunkan Tommy Sugiarto dan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mengalahkan Jepang 3-2.
Manajer Tim Piala Thomas Uber Indonesia, Rexy Mainaky, menyatakan bahwa turunnya tim pelapis bukan merupakan strategi yang tidak memakai perhitungan. Tim sudah memperhitungkan kesiapan para pemain dan juga rekor pertemuan antara pemain Indonesia dengan pemain Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga poin kemenangan Tim Thomas Indonesia atas Jepang disumbangkan oleh ganda putra Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, tunggal kedua Anthony Sinisuka Ginting, dan tunggal ketiga Jonatan Christie.
"Kunci kemenangan kita ada di ganda pertama tadi. Ketika Angga/Ricky menang, posisi Tim Jepang sedikit goyah karena di atas kertas Jepang memperhitungkan pasangan Endo/Hayakawa menang. Penampilan Anthony juga sangat stabil dan mempunyai kecepatan yang membuat lawan kesulitan mengembalikan bola bola Anthony," kata Rexy kepada www.badmintonindonesia.org.
Putaran final Piala Thomas 2016 akan dilangsungkan di Kunshan, Jiangsu, China, 15-22 Mei 2016.
"Kemenangan hari ini merupakan modal bagi para pemain untuk tampil di ajang putaran final bulan Mei mendatang karena di kualifikasi ini kita sudah bisa mengalahkan Tim Kualifikasi Piala Thomas India dan Jepang yang turun dengan kekuatan penuh," tutur Rexy.
(mfi/cas)











































