Indonesia menunjukkan sinyal positif menuju Piala Thomas 2016 di Kunshan, China. Christian Hadinata menyebut dengan skuat yang ada, PBSI hanya perlu memoles para pemain tunggal dalam waktu tiga bulan ke depan.
Indonesia berhasil menjadi juara kualifikasi Piala Thomas di Hyderabad, India yang berakhir Minggu (21/2/2016). Pasukan 'Merah Putih' mengalahkan Jepang di final dengan skor 3-2.
Menilik skuat yang diturunkan, seluruh pemain Indonesia mendapatkan kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan. Termasuk Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang baru saja menjadi juara di Thailand Masters yang usai tepat sebelum kualifikasi itu dihelat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan materi yang ada penampilan tim Thomas Indonesia sesuai prediksi. Faktor ganda sangat solid, sementara di tunggal kita mempunyai kartu as, Tommy Sugiarto. Dengan pengalaman yang dia punya, dia bisa membimbing para pemain lainnya yang lebih muda," kata Christian yang kini menjadi pelatih di PB Djarum Kudus.
"Hingga saat ini komposisi tim Thomas yang kita miliki adalah yang terbaik. Ikutnya China di kualifikasi ini memang kerugiannya memberikan persaingan yang sangat ketat. Tapi positifnya akan memberikan pengalaman yang bagus untuk para pemain muda kita. Mereka bisa mendapatkan atmosfer persaingan yang lebih keras dan ketat, mengingat ini adalah kejuaraan beregu. Jam terbang mereka pun bisa bertambah.
"Untuk persiapan menuju putaran final, dengan sisa waktu tiga bulan tersisa, yang harus dilakukan adalah pematangan di sektor tunggal, khususnya untuk tunggal ke kedua sampai keempat. Karena sektor ini suatu saat akan menjadi partai penentu, untuk poin penentuan," ucap mantan pemain nasional itu.
(fem/mfi)











































