Tontowi/Liliyana mencatatkan hasil bagus di All England dengan hattrick gelar juara di tahun 2012 sampai 2014. Saat jadi juara pertama mereka menang atas pasangan Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl di final. Dua titel lainnya didapatkan dengan mengalahkan pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei di partai puncak.
Tahun lalu, Tontowi/Liliyana harus puas menjadi runner-up. Mereka dikalahkan Zhang Nan/Yunlei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedikit yang menuntut fokus pada cuaca yang kurang bagus. Jadi saya harus mengantisipasi badan sedikit kurang enak dan flu serta perjalanan yang panjang. Pokoknya jangan sampai badan malah drop saat sampai di sana.
"Fokus lainnya soal kepercayaan diri setelah rentetan hasil-hasil kurang bagus. Saya dan Owi sudah ngobrol cukup banyak untuk mencari solusinya," ucap pemain asal Manado itu.
Owi juga menyebut kondisinya telah membaik. Dia sudah berlatih normal sesuai dengan porsi saat dalam kondisi prima.
Dari drawing yang dirilis BWF, Tontowi/Liliyana menjadi unggulan kedua. Jika perjalanan sesuai skenario maka final ideal bakal mempertemukan Tontowi/Liliyana dengan unggulan pertama Yunlei/Zhang Nan.
"Kami sudah pernah mendapatkan hattrick di All England dan juara dunia. Kami harus membawa semangat itu, bukan pada hasil-hasil yang kurang bagus belakangan ini. Dulu saja bisa, masak sekarang tidak," ucap Liliyana.
"Saya justru lebih percaya diri menghadapi All England kali ini. Karena setiap menghadapi turnamen besar persiapan saya lebih oke," tutur Owi.
Gelar juara bukan sekadar diraihnya titel keempat, itu akan menjadi suntikan poin setinggi-tingginya buat Tontowi/Liliyana demi minimal menjadi unggulan kedua Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Saat ini Liliyana/Tontowi masih ada di peringkat keempat race to Olympic. Jika tak ada perubahan, besar kemungkinan mereka bakal berada satu grup dengan Zhang Nan/Yunlei di Olimpiade nanti.
(fem/din)











































