Indonesia dan Vietnam berbagi angka 1-1 di hari pertama Piala Davis Grup II Zona Asia Oceania. Christopher Rungkat lebih dulu menyumbang poin, namun kemudian disamakan karena Aditya Hari Sasongko menelan kekalahan.
Di Stadion Tenis Gelora Manahan Solo, Jumat (4/3/2016), Christopher Rungkat yang tampil pada partai pembuka sukses membungkam perlawanan tunggal kedua Vietnam, Minh Tuan Pham 6-1, 6-1, dan 6-2. Christopher, yang pekan kini bercokol di peringkat tunggal 462, menyudahi permainan lawannya dalam tempo 1 jam 29 menit.
"Saya cukup puas dengan kinerja hari ini,β tutur Christo seusai laga, yang sempat tertunda lantaran rintik hujan yang turun di kawasan Manahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keunggulan Indonesia melalui Christopher itu sirna setelah tunggal utama Vietnam, Nam Hoang Ly berhasil menaklukkan Aditya Hari Sasongko 6-1, 6-4, dan 6-2. Dalam waktu 1 jam 53 menit, Ly yang pekan ini bercokol di peringkat tunggal 884 dunia menyudahi perlawanan Aditya (1.436).
"Mohon maaf saya tidak berhasil menyumbang angka kemenangan bagi tim Indonesia. Namun tadi saya sudah bekerja keras, berusaha memberikan yang terbaik," tutur Aditya, yang untuk laga ini hanya dibebani tugas menguras tenaga lawan.
Dengan kedudukan 1-1 kini, Indonesia dan Vietnam punya peluang sama besar untuk bisa keluar sebagai pemenang. Partai ganda yang akan digelar Sabtu dan Minggu bakal jadi penentu.
"Sesuai skenario, kami harus mengambil poin di sektor ganda. Dan nantinya, Christopher Rungkat yang bakal tampil di partai keempat, Minggu (6/3) yang akan memastikan kemenangan Indonesia," tegas Roy Therik, kapten tak bermain Tim Indonesia.
Sesuai aturan Piala Davis, kedua tim masih memiliki waktu hingga satu jam sebelum jadwal pertandingan untuk mengganti pasangan petenis yang akan bertanding di nomor ganda (Sabtu, 5/3).
"Sementara ini, saya cenderung tetap memasang duet Christo dan Sunu Wahyu Trijati. Namun, kami akan melakukan rapat untuk memutuskan hal itu,β pungkas Roy.
(din/rin)











































