Sharapova Terlalu 'Manis' untuk Hilang dari Dunia Tenis

Sharapova Terlalu 'Manis' untuk Hilang dari Dunia Tenis

Doni Wahyudi - Sport
Selasa, 08 Mar 2016 13:57 WIB
Sharapova Terlalu Manis untuk Hilang dari Dunia Tenis
Getty Images
Jakarta -

Dunia terus terkesima oleh Maria Sharapova sejak dia memenangi Wimbledon di usia 17 pada 2004 silam. Maka pengakuan positif doping adalah kabar yang tak cuma mengejutkan, tapi juga mematahkan hati.

Sharapova, seperti produk gula-gula yang dia jual dengan nama Sugarpova' adalah pemanis di dunia tenis profesional. Wajahnya yang cantik dan tubuh atletisnya membuat dia jadi bintang iklan di banyak produk ternama dunia. Forbes mengestimasi pemilik lima gelar Grand Slam itu mengantongi US$ 29,5 juta (Rp 380,1 miliar) hanya dari kesepakatan dengan sponsor saja. Sharapova adalah atlet wanita dengan nilai sponsorship tertinggi di dunia.

Tapi 'manis' sebenarnya sama sekali tidak menggambarkan siapa Sharapova di atas lapangan karena dia merupakan petenis putri dengan semangat juang paling tinggi, baseliner yang pantang menyerah, backhand maut, dan tentu saja teriakan yang khas itu. Sebuah forum tenis menyebut kelemahan Sharapova cuma satu: Serena Williams.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Lima gelar Grand Slam adalah bukti lain kalau Sharapova bukan cuma 'enak dilihat', tapi juga menarik dinikmati permainannya. Di luar Grand Slam, Sharapova total sudah mengoleksi lebih dari 30 titel individu.

Tapi semua penikmat permainan Sharapova kini terancam tak akan bisa lagi menyaksikan aksi-aksinya. Sudah positif doping Sharapova dipastikan tidak akan bisa mengayun raket tenis di turnamen internasional. Dia langsung diskors dan terancam hukuman terberat berupa larangan main selama empat tahun. Inikah akhir karier Sharapova?

"Aku tidak ingin mengakhiri karier seperti ini. Aku sungguh berharap diberikan kesempatan lagi untuk memainkan olahraga ini," ucap Sharapova saat mengumumkan dirinya positif doping di Los Angeles.

Kalau Sharapova dijatuhi hukuman terberat yakni empat tahun itu artinya dia baru akan kembali ke lapangan saat usianya sudah 32. Sulit buat Sharapova kembali ke persaingan papan atas. Tapi masih mungkin juga dia dijatuhi hukuman lebih ringan, sebagaimana Martina Hingis disanksi dua tahun setelah menggunakan kokain di 2008.

Sharapova mulai menjadi perhatian besar dunia tenis saat dia menjadi orang Rusia pertama yang memenangi Wimbledon. Ketika itu, di usianya yang baru 17 tahun, dia mengalahkan Serena Williams. Kemenangan itu juga membuat Sharapova menjadi petenis termuda ketiga yang memenangi Wimbledon, setelah Lottie Dod dan Hingis.

Di Agustus 2005 Sharapova menduduki ranking satu dunia di usianya yang ke-18. Sejak saat itu sampai Juni 2011 dia tercatat lima kali duduk di posisi teratas. Prestasi tinggi lain yang dipunya Sharapova adalah juara WTA Final di edisi pertama dia berpartisipasi pada 2004.



Karier tenis Sharapova banyak diganggu cedera, terutama cedera lengan dan bahu. Sebelum tampil di Australia Terbuka 2016 dia mengundurkan diri dari Turnamen Brisbane karena masalah yang sama. Di tahun 2007 cedera lengan membuat rangkingnya merosot, sementara setahun setelahnya dia harus naik meja operasi untuk memulihkan cedera kambuhan itu. Masalah bahu kembali mengganggunya di 2013.

Cedera ternyata bukan hal yang mengancam karier Sharapova. Dia kini di ambang terdepak dari tenis dunia karena masalah doping setelah zat meldonium diketahui terdapat dalam tubuhnya.

[Baca juga: Sharapova Gagal Tes Doping di Australia Terbuka]

Zat tersebut diakui Sharapova sudah dia konsumsi sejak 2006 secara legal sebagai obat atas masalah kesehatan yang dia alami. Namun per 1 Januari lalu WADA (Badan Anti Doping Dunia) memasukkannya ke dalam zat terlarang.

"Sangat penting bagi Anda untuk memahami bahwa selama 10 tahun obat ini tidak ada dalam daftar terlarang WADA dan saya mengonsumsinya secara legal. Tapi pada 1 Januari, aturannya telah berubah dan meldonium menjadi zat terlarang. Saya menerima email pada 22 Desember dari WADA soal perubahan yang terjadi pada daftar obat terlarang dan Anda bisa melihat apa saja yang dilarang -- dan saya tidak membuka tautan tersebut," sesalnya.

(din/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads