Sama-sama berasal darI PB Djarum Kudus, Praveen Jordan/Debby Susanto diduetkan setelah berada di pelatnas PBSI. Usai menjadi juara All England, kini mereka menjadi ganda campuran yang diperhitungkan.
Debby yang lahir di Palembang pada 3 Mei 1989 menjadi pemain PB Djarum sejak 2006. Dua tahun kemudian dia lolos ke pelatnas melalui seleksi nasional, tapi lewat jalur ganda putri. Kala itu dia dipasangkan dengan Komala Dewi.
Setahun kemudian, pelatih ganda campuran pelatnas, Richard Mainaky, meminta Debby pindah ke nomornya. Dia dipasangkan dengan Mohammad Rizal. Debby/Rizal sempat meraih gelar juara Taiwan Terbuka 2012 dan medali emas SEA Games 2013 di Myanmar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal sebelum bertemu Vita, Praveen sempat mentok secara prestasi. Dia sulit menjadi juara sirkuit nasional. Bahkan saat usianya sudah memasuki kelompok dewasa, Praveen tak bisa menembus persaingan ke pelatnas.
Babak baru dimulai Praveen di pelatnas. Penampilan dia bersama Debby cukup menjanjikan. Salah satunya meraih medali perunggu di Asian Games 2014 Incheon dan mendonasikan medali emas SEA Games 2015 untuk kontingen Indonesia.
Sebelum berpasangan dengan Debby, Praveen sempat gonta-ganti pasangan. Praveen sempat diduetkan dengan Ririn Amelia dan Gloria Emanuelle Widjaja. Sementara di sektor ganda putra dia pernah berpasangan dengan Sigid Sudrajat, Rangga Yave Rianto, dan Didit Juang.
Tahun 2016 menjadi tahun terbaik mereka. Setelah menjadi juara di Syed Modi International di India dengan level Grand Prix Gold, mereka membetot perhatian dunia. Praveen/Debby menjadi juara All England setelah menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak final.
Gelar itu membuat Indonesia tak perlu lama menunggu gelar ganda campuran lagi di All England seperti jeda waktu antara Christian Hadinata/Imelda Wigoena ke Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Butuh waktu 33 tahun untuk muncul juara All England dari sektor ganda campuran.
Praven/Debby hanya membiarkan satu edisi All England tanpa gelar setelah Tontowi/Liliyana meraihnya di tahun 2014.
"Bersama Praveen, turnamen paling mengesankan, sebelum ini ya, saat di Asian Games. Itu pertama kali ikut Asian Games dan langsung dapat medali," kata Debby seperti dikutip Badminton Indonesia.
Sementara bagi Praveen, raihan sebagai juara SEA Games bakal menjadi turnamen yang diingatnya selain All England ini. "Karena juara kan di sana," ucap dia.
Selamat, Praveen/Debby! (fem/cas)










































