Nadal Akan Tuntut Mantan Menteri Prancis Terkait Tuduhan Doping

Nadal Akan Tuntut Mantan Menteri Prancis Terkait Tuduhan Doping

Kris Fathoni W - Sport
Senin, 14 Mar 2016 16:15 WIB
Nadal Akan Tuntut Mantan Menteri Prancis Terkait Tuduhan Doping
Getty Images/Julian Finney
Indian Wells - Rafael Nadal gusar benar. Bukan karena ia harus langsung melewati partai sengit di Indian Wells 2016, melainkan adanya tudingan doping terhadap dirinya.

Nadal, mantan petenis peringkat satu dunia pengoleksi 14 titel grand slam, harus melewati partai tiga set lawan Gilles Mueller di partai babak kedua Indian Wells sebelum akhirnya menang 6-2, 2-6, dan 6-4, Senin (14/3/2016) WIB. Berikutnya Nadal akan berhadapan dengan sesama petenis Spanyol, Fernando Verdasco, yang pada Australia Terbuka lalu menyingkirkannya di babak pertama.

Usai pertandingan Nadal mengeluarkan pernyataan bernada kesal terhadap Roselyne Bachelot, mantan menteri olahraga dan kesehatan Prancis. Pekan lalu Bachelot menyebut absennya Nadal selama 7 bulan pada 2012, "mungkin karena hasil tes doping yang positif."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petenis 29 tahun tersebut mengatakan bakal mengambil langkah hukum. Ia pun siap menggugat siapa saja yang mengeluarkan pernyataan serupa di masa depan, karena sudah muak dengan tudingan-tudingan semacam itu dan tak mau lagi berdiam diri saja.

"Seorang menteri dari Prancis harusnya bisa serius. Ini merupakan waktu untuk melawan dirinya. Kami akan menuntutnya," ucap Nadal di BBC.

"Ini akan menjadi yang terakhir karena saya akan menuntutnya. Saya muak dengan hal-hal semacam itu. Di masa lalu saya membiarkannya begitu saja. Kini tidak lagi," tegasnya.

Bachelot, yang menjadi menteri olahraga dan kesehatan Prancis pada 2007-2010 di pemerintahan mantan presiden Nicolas Sarkozy, mengeluarkan pernyataannya terkait Nadal pada pekan lalu ketika membahas Maria Sharapova yang gagal lolos tes doping.

(krs/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads