Bermain di Siri Fort Sports Complex, Rabu (30/3/2016), Anggia/Ketut tak mendapatkan kesulitan dengan lawan pertamanya tersebut. Mereka berhasil unggul amat mudah dalam pertandingan yang bergulir selama 18 menit.
βMereka banyak melakukan kesalahan sendiri. Saat kami, misalnya hampir kasih poin ke mereka, mereka malah banyak buang bola, jadinya out,β kata Anggia menyebut kunci kemenangan seperti dikutip Badminton Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menghadapi Pedersen/Juhl, Anggia/Ketut mempunyai catatan menang kalah dalam dua kali pertemuan. Anggia/Ketut menang saat menghadapi pasangan Denmark itu di Malaysia Terbuka 2015. Tapi kemudian kalah di All England 2016.
βLawan mereka ini sebenarnya harus tahan aja di lapangan. Pas pertama kali di Malaysia mereka kayanya kaget ketemu kami, karena belum tau permainan kami. Sementara kami sudah mempelajari harus seperti apa kalau lawan mereka. Pas di All England kemarin kami yang kurang tahan di lapangan,β tutur Anggia.
βYang penting bola pertama, kedua dan ketiga kami bisa pegang, kesananya tinggal adu tahan aja,β tambah Anggia.
Sementara itu jika berjumpa dengan Hsu/Pai maka akan jadi pertemuan pertama mereka.
Indonesia masih punya satu wakil ganda putri yang belum bertanding. Ada Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari yang akan berhadapan dengan pemain Mesir, Nadine Ashraf/Menna Eltanany.
(fem/rin)











































