Kenichi Tago mengharapkan Kento Momota masih berkesempatan main di Olimpiade, ketika dua pebulutangkis Jepang itu melakukan konferensi pers terkait kasus tempat judi ilegal.
Momota terancam tidak bisa ikut serta dalam Olimpiade di Rio de Janeiro mendatang setelah ia, bersama Tago, kedapatan mendatangi dan berjudi di sebuah tempat judi ilegal.
Baca juga: Tersangkut Judi Ilegal, Momota Terancam Batal ke Olimpiade]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun saya saat itu tahu ia sedang mempersiapkan diri untuk Olimpiade, saya tidak mencegah Momota," ucap Tago dengan berurai air mata, seperti dikutip Reuters.
Tago pun menyatakan penyesalan mendalam. Ia dan Momota memperlihatkannya dengan cara membungkukkan tubuh dalam-dalam di konferensi pers tersebut.
[REUTERS/Issei Kato]
"Saya tidak peduli hukuman apa yang akan saya dapat, bahkan jika saya tidak diizinkan lagi main bulutangkis. Satu-satunya harapan saya adalah Momota dapat kesempatan," ucap Tago.
Sementara itu Momota, yang beberapa kali terlihat mengigiti bibir, menyatakan betapa main di Olimpiade sudah menjadi sebuah impiannya sejak kecil.
"Saya amat menyesal kepada semua pihak yang sudah membesarkan saya sampai hari ini. Saya sebelumnya juga sudah meminta maaf kepada mereka semua dan saya amat sangat menyesal," tutur Momota.
Dari penyelidikan yang dilakukan oleh pihak terkait, Tago sudah mendatangi ke sejumlah kasino ilegal sebanyak 60 kali dalam kurun waktu 2 tahun, menghabiskan sekitar 10 juta yen (kira-kira Rp 1,2 miliar). Momota menjalani aktivitas enam kali.
Sekjen Asosiasi Bulutangkis Jepang Kinji Zeniya sudah mengatakan bahwa mungkin Momota akan mustahil bisa terlibat dalam Olimpiade 5-21 Agustus mendatang. Media Jepang menyebut keputusan final akan dibuat akhir pekan ini.
(krs/mfi)











































