Setelah enam tahun tak menjadi juara super series, Sony Dwi Kuncoro sukses meraihnya lagi di Singapura Terbuka akhir pekan lalu. Momentum itu membuat Sony optimistis mampu tampil kompetitif sampai empat tahun mendatang.
Sony berhasil membuktikan kalau dirinya mampu bangkit dari keterpurukan setelah terdegradasi dari pelatnas. Arek Surabaya itu membangun panggungnya di Singapura Terbuka usai mengalahkan pemain Korea Selatan, Son Wan Ho, di babak final.
Gelar itu menjadi gelar pertama Sony di turnamen super series sejak enam tahun lalu. Titel terakhir di ajang super series didapatkan Sony juga dari Singapura Terbuka 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupanya Sony terinspirasi oleh para pemain seangkatan dia yang masih bisa bersaing dengan para pemain muda. Suami Gading Safitri itupun bertekad untuk terus menjadi pemain profesional sampat tak kuat lagi.
"Saya terinspirasi melihat pemain-pemain lain seperti Lin Dan, Lee Chong Wei, dan para pemain yang seumuran dengan saya atau yang lebih tua. Dalam periode sebelumnya saya mempunyai level yang sama dengan para pemain iitu atau malah lebih bagus. Kalau mereka saja bisa, kenapa saya tidak? Itu menjadi motivasi saya. Kalau kita mau bekerja keras maka akan selalu ada kesempatan," kata Sony seperti dikutip Badzine.
"Selama saya masih mempunyai motivasi yang kuat untuk berlatih dan bertanding saya memprediksi kalau saya masih bisa ikut kompetisi sampai usia 35 tahun. Ada banyak contoh kan, seperti Lee Hyun Il dan Boonsak Ponsana.
"Usia muda tak menjamin. Kalau para pemain muda itu tidak mempunyai motivasi kuat maka hasilnya tak akan ke mana-mana. Setelah juara ini saya berharap bisa meraih juara-juara lagi," ucap pemain 31 tahun itu.
(fem/nds)











































