Christopher menjadi petenis terbaik nasional saat ini. Sempat menembus persaingan tenis grand slam di tahun 2013, tapi kemudian dia harus kalah dengan cedera. Dalam perjalanannya Christopher kembali ke tenis dan tetap menjadi tumpuan Merah Putih dalam turnamen-turnamen internasional.
Tapi belakangan Indonesia membukukan hasil-hasil buruk. Untuk pertama kalinya tenis Indonesia gagal membawa pulang medali dari SEA Games 2015, kemudian Indonesia dikalahkan Vietnam 2-3 dalam Piala Davis Grup II Zona Asia Oceania tahun ini, serta tim Fed yang gagal finis empat besar di Grup II Zona Asia Oceania.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan jangka pendeknya sih saya ingin membuat kemasan turnamen tenis menjadi lebih menarik. Salah satunya, melalui event-event yang nantinya tersebar ke daerah-daerah," kata Christo dalam perbincangan dengan detikSport.
Turnamen dengan label CBR Tennis Circuit itu mulai bergulir dari Tegal, 19-24 April. Setelah itu berlanjut ke Solo, Makassar, Palembang, dan rencananya Kalimantan Timur.
Dia berharap ajang tenis yang menjadi gawe Christopher Rungkat Foundation bisa bergulir ke daerah yang selama ini belum tersentuh turnamen. Sebab, dari pengalamannya sebagai petenis kompetisi merupakan sebuah kebutuhan wajib dan tak bisa ditawar.
"Saya percaya segala sesuatu dimulai dari hal kecil, dan saya ingin (cabang olahraga) tenis booming lagi seperti satu dekade terakhir. Mudah-mudahan, ke depannya, makin banyak sponsor yang mau bergabung karena sejauh ini baru PGN (Perusahaan Gas Nasional) dan brand-brand (yang selama ini mendukung) saya,β kata Christo.
"Untuk di Asia Tenggara saja, pemain-pemainnya punya sponsor yang mumpuni. Singapura, Thailand, bahkan Vietnam sudah mulai menerapkan," ucap dia.
(fem/rin)











































