Pebulutangkis Thailand, Ratchanok Intanon, secara resmi menjadi ratu bulutangkis dunia. Mahkota didapatkan dengan penuh gaya: juara tiga turnamen super series beruntun.
Singgasana ratu bulutangkis seolah tak bisa lagi diduga. Jika sebelumnya selama 13 pekan posisi nomor satu dunia ditempati pebulutangkis Spanyol, Carolina Marin, mulai Kamis (21/4/2016) mahkota ratu menjadi milik pebulutangkis Thailand, Intanon.
Ya, ratu dunia bulutangkis bukan lagi milik China, Indonesia, Hong Kong, atau Denmark yang selama ini bergantian menjadi nomor satu. Maka, Intanon sekaligus mencatatkan diri sebagai ratu bulutangkis pertama bagi Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih atas dukungannya. Saya akan selalu berkomitmen dan mengembangkan kemampuan terbaik saya," tutur Intanon lagi.
Intanon yang memang sudah menunjukkan bakat serta kepiawaiannya ketika masih berusia belasan meraih posisi puncak itu dengan penuh gaya. Dia menjadi juara super series dalam tiga ajang beruntun selama tiga pekan: India, Malaysia dan Singapura.
Saat tampil di India, Intanon memastikan gelar usai menggebuk pemain China yang jadi unggulan ketiga, Li Xuerui, di babak final. Sementara itu di Malaysia Terbuka Super Series Premier, Intanon meraih titel usai menjungkalkan Tai Tzu Ying dari Taiwan.
Women's #badminton has a new Number 1: @RatchanokMay ! pic.twitter.com/NHG9kekXp2
β yonex.com (@yonex_com) April 22, 2016
Β
Tanda-tanda bakal jadi nomor satu dunia didapatkan Intanon di babak perempatfinal. Intanon hanya perlu mengalahkan kompatriotnya (rekan senegaranya), Porntip Buranaprasertsuk, di babak perempatfinal. Sementara itu, di laga lain, Marin yang jadi unggulan pertama dikalahkan pemain belia dari Jepang, Akane Yamaguchi. Setelah mengalahkan Yamaguchi di semifinal, boleh dibilang pintu juara Intanon sudah terbuka lebar. Dalam laga berdurasi satu jam 9 menit Intanon memastikan diri menjadi juaranya.
Lewat perhitungan, jelas Intanon bakal jadi nomor satu dunia usai gelar di Singapura pada 17 April. Makanya, sambutan meriah sudah didapatkan Intanon tepat setelah pulang dari Singapura, Fans dan media sudah mencegatnya di bandara Don Mueang pada Senin (18/4/2016).
Kemudian BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) secara resmi mengumumkan empat hari kemudian alias pada Kamis, 21 April. Pebulutangkis berpostur mungil dengan tinggi 169 centimeter dan berat 58 kilogram itu menggantikan posisi Marin dengan jarak cukup tipis, hanya 478 poin (total poin 84.708). Sejak Januari hingga April ini pemain yang juga dikenal dengan panggilan Nong May itu membukukan 25 kemenangan dan cuma dua kali kalah.
Dengan rentetan gelar juara itu, Intanon mengoleksi USD 384,680 atau setara dengan Rp 7,259 miliar sejak dia menjadi pebulutangkis profesional di tahun 2007.
Ucapan selamat datang dari banyak pihak. Selain dari fans dan sponsor, Intanon juga diberi selamat oleh Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha.
"Saya mengucapkan selamat kepada Nong May atas sukses yang diraih sebagai pebulutangkis nomor satu dunia. Saya menyaksikan tiga turnamen yang diikuti Nong May," ucap Prayut.











































