Ada pelatih yang berperan dalam cemerlangnya karier Ratchanok Intanon hingga menjadi ratu dunia tengah pekan ini. Sosok itu adalah Xi Zhuhua.
Intanon bukan dari keluarga bulutangkis. Juga bukan dari keluarga atlet. Tapi, dia mengenal bulutangkis lewat sebuah pabrik permen di salah satu distrik di Bangkok, Thailand.
Pabrik itu mempunyai lapangan bulutangkis. Demi keamanan, bocah bernama Intanon kerap diungsikan ke lapangan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bekerja di sini sejak umur 26 tahun," kata Zhuhua seperti dikutip The Phuket News.
Zhuhua didatangkan ke klub yang membesarkan Intanon, Banthongyord Badminton School, lewat Federasi Bulutangkis Thailand di tahun 1992 alias jauh sebelum Intanon bergabung. Langkah itu sekaligus bentuk bantuan dari PBSI-nya China.
Salah satu polesan pertama Zhuhua yang moncer adalah Pattaphol Ngernsrisuk yang pernah menjadi juara Thailand Championships. Kini, dia menjadi salah satu pelatih di sekolah itu. Dalam beberapa kali wawancara dengan wartawan Indonesia,Β Pattaphol itulah yang membantu Intanon saat si pemain lupa beberapa kosakata bahasa Inggris. Dia juga putra pemilik klub yang juga bos di perusahaan milik kedua orang tua Intanon bekerja, Kamala Tongkorn.
Badminton ace @RatchanokMay visits the prime minister at Government House https://t.co/grQO8acp3V pic.twitter.com/KhB2ZjVUwc
β ThaiPBS English News (@ThaipbsEngNews) April 20, 2016
Β
"Waktu itu, Pattaphol masih berusia 12 tahun dan Pisit Poodchalad masih kanak-kanak, sedangkan Ratchanok belum lahir," kenang dia.
Zhuhua masih betah menjadi pelatih di Thailand sampai saat ini. Apalagi dengan hasil yang luar biasa dengan Intanon menjadi nomor satu dunia pada 21 April ini.
"Saya pernah mendatangi banyak negara di Eropa dan Asia tapi saya bahagia tinggal sini. Kami bekerja layaknya sebuah keluarga," ucap dia.
Sukses dalam tiga turnamen super series beruntun hingga jadi juara dunia itu dijadikan jalan bagi Intanon untuk membayar jasa sang pelatih. Intanon, dilaporkan The Nation, meminta agar Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha, memberikan status warna negara Thailand kepada Zhuhua saat mereka diundang ke gedung pemerintahan pada 20 April . Kabarnya, ada sinyal positif atas permintaan itu.











































