Tontowi/Liliyana pulang dari Kejuaraan Bulutangkis Asia dengan gelar runner-up. Mereka kalah dari Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan skor 21-16, 9-21, 17-21 dalam partai final yang digelar di Wuhan Sports Center Gymnasium, Wuhan, China, Minggu (1/5/2016).
"Kami harus perbaiki ketenangan dan pada saat kami tertekan, kami harus bisa cari jalan untuk bisa keluar dari tekanan tersebut. Kalau kami terus bertahan dengan keadaan tertekan, lawan akan enak. Kami harus bisa mencari jalan untuk keluar dari kondisi itu," kata Liliyana seperti tertulis dalam rilis PBSI yang diterima detikSport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama lima tahun turun di ajang tersebut, Tontowi/Liliyana belum pernah naik podium tertinggi. Karena itu, mereka sangat ingin menuntaskan rasa penasaran tersebut.
"Kami nanti main sebagai tuan rumah. Kami berapa kali di semifinal dan final, pengin lah kali ini semoga bisa juara," ungkap Liliyana.
Tontowi/Liliyana tampil di Indonesia Terbuka sejak 2011. Pencapaian terbaik mereka adalah babak final pada 2011 dan 2012.
Dalam tiga tahun terakhir, Tontowi/Liliyana selalu terhenti di semifinal. Tahun lalu, mereka disingkirkan musuh bebuyutannya, Zhang Nan/Zhao Yunlei.
"Ke depannya untuk Indonesia Open kami akan bersiap lagi, ini jadi evaluasi. Saya akan mempelajari kekurangan saya untuk bisa diperbaiki, hingga nanti ke Olimpiade," ucap Tontowi.
Indonesia Terbuka Super Series Premier akan digelar pada 30 Mei-5 Juni di Istora, Jakarta. Daftar harga tiket bisa dilihat di sini.
(nds/raw)











































