PBSI dipastikan meloloskan sepuluh pemain ke Olimpiade 2016. Dua dari nomor tunggal, satu putra dan satu putri, ditambah satu pasang ganda putra, satu pasang ganda putri, dan dua pasang dari sektor ganda campuran.
Pada empat nomor selain sektor tunggal putri, nama-nama pemain sudah tak bisa diutak-atik kecuali ada pemain dibekap cedera hebat. Tunggal putra dipastikan bakal diakili Tommy Sugiarto, ganda putra menurunkan Hendra Setiaan/Mohammad Ahsan dan pada ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Dua pasang dari ganda campuran adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari ranking race to Olympic kami baru bisa melihat siapa yang peringkatnya lebih baik, antara Linda Wenifanetri atau Maria Febe Kusumastuti. Nah, pada tanggal 7 BWF akan mengumumkan siapa-sapa saja yang berhak ke Olimpiade. Kemudian akan ditentukan entry by name negara-negara peserta," kata Achmad Budiharto, wakil sekretaris jenderal PP PBSI, yang dihubungi detikSport.
"Yang jelas PBSI akan memberangkatkan sepuluh pemain ke Brasil. Sembilan pemain sudah definitif tapi yang satu masih harus kami lihat, yakni tunggal putri antara Febe dengan Linda," tutur pria yang akrab disapa Budi itu.
Jika peringkat dua pemain itu terpaut jauh, PBSI tak akan sulit untuk menentukan siapa pemain yang akan diturunkan ke Olimpiade. Namun, jika ranking kedua pemain itu berurutan maka PBSI akan melihat head to head masing-masing pemain dengan para pemain dunia. Jika nilai keduanya masih setara, maka kedua pemain akan diadu.
"Jadi tidak ada pengaruhnya kenapa Febe yang ke Piala Uber. Bukan semata-mata bagi-bagi jatah. Kenapa Febe yang kami masukkan? Sebab, Linda banyak cedera padahal kami ingin yang masuk tim Uber adalah pemain yang kondisinya lebih fit," tutur Budi.
(fem/din)











































